» » » » Soal Restoking Ikan dan Gerimis Mas. Kadisnakan: Kita akan Ubah Pola Programnya


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Tanggapan miring dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong (RL) terhadap program-program yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) akan diubah polanya pada 2016 ini menjadi lebih terbuka dan bisa diukur keberhasilan program tersebut.

Kepala Disnakan saat ditemui di rumah Dinas Bupati RL dalam acara pisah sambut Penjabat Bupati RL, Andi Roslinsyah dan Bupati terpilih periode 2016-2021, Ahmad Hijazi, Amrul Eby menjelaskan bahwa kritikan dari Komisi II DPRD RL tersebut adalah hal yang wajar. Eby mengatakan, dalam menjabat sebagai kepala Dinas harus siap untuk menerima kritikan dan saran. Eby mengakui bahwa program-program tersebut memang kurang berhasil, namun Eby mengatakan bahwa program restoking ikan ke sungai perairan lepas tersebut juga merupakan intruksi dari Bupati periode sebelumnya. Ia mengatakan bahwa seluruh kegiatan dan program tidak terlepas dari intruksi Bupati RL sebelumnya, ia hanya dinas pelaksana teknis dari program tersebut.

"Semua program apapun bentuknya yang kita laksanakan itu semuanya adalah intruksi dari Bupati sebelumnya. Kita tidak asal saja lepas ikan ke sungai dan perairan lepas lainnya, kita juga ada yang mengomandoi. Tapi, jika memang dinilai kurang effektif program tersebut kita akan ubah polanya agar lebih menguntungkan," ujar Eby.

Terkait perubahan pola program restoking ikan, Eby menjelaskan salah satu pola yang akan diubah adalah dengan melepaskan ikan pada perairan yang diurus oleh masyarakat, seperti danau-danau, bendungan buatan, dan memberikan bantuan bibit ikan kepada para petani ikan yang memiliki kolam, sehingga tolak ukur keberhasilan program tersebut bisa dilihat dan dikontrol. Menurut Eby, program yang sudah dilaksanakan selama ini telah cukup baik, namun memang kurang bisa dikontrol.

Soal program Gerimis Mas, Eby juga mengakui pihaknya cukup sulit dalam mengembangkan peternakan sapi perah tersebut. Eby mengatakan bahwa sapi perah yang ada saat ini baru sekitaran 100 ekor saja yang pusat pemeliharaannya berpusat di kecamatan Selupu Rejang. Eby menjelaskan bahwa sapi yang usahanya dibidang susu ini harus dilakoni oleh orang yang cukup ahli, jika tidak, maka keberhasilannya sangat minim dan berdampak pada hasil. Malahan, Eby mengakui sudah ada beberapa petani sapi perah yang bangkrut dan berganti usaha peternakan lain.

"Selain perawatannya yang cukup sulit, sapi perah ini juga mahal harga bibitnya. Perawatannya apalagi, peternakan sapi perah harus bersih dengan alat-alat yang tak murah pula. Selain itu sumber daya manusianya juga harus bagus dan mengerti tata cara mengurus sapi perah, jika kurang mampu maka tidak berhasil," jelas Eby.

Ketika ditanya soal pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak memenuhi target sekitar Rp. 150 juta dari kedua program tersebut, Kepala Disnakan, Amrul Eby merespon dengan kurang bersahabat. Pasalnya, di sela wawancara dan gencarnya pertanyaan awak media terkait program Restoking ikan dan Gerakan Minum Susu Masyarakat (Gerimis Mas), Amrul Eby terkesan tidak ingin menjawab pertanyaan dan menghindar dari awak media.[**]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply