» » » » » » Wow, Angka DBD Anak-Anak Mencapai 63 Persen


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Baru pertengahan Februari 2016 saja, angka Demam Berdarah Dongue (DBD) di kabupaten Rejang Lebong (RL) sangat tinggi. Tercatat sudah ada 77 jiwa yang positif DBD, bahkan jumlah terbanyak penderita DBD adalah anak-anak usia 1-13 tahun dengan jumlah positif DBD sebanyak 42 orang atau 63 persen dari total kasus pada 2016 ini.

Pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup saat ini terus saja mengalami penambahan jumlahnya. Bahkan dari Senin (15/2) ke Rabu (17/2) jumlah pasien DBD bertambah sebanyak 5 orang dan masih dirawat di RSUD Curup.

Berdasar data dari pihak RSUD Curup, saat ini jumlah pasien DBD sudah sebanyak  77 orang, angka tersebut meningkat 5 orang dari jumlah sebelumnya yang berjumlah sebanyak 72 orang.

"Saat ini jumlah pasien DBD yang ada di rumah sakit sebanyak 77 orang, kalau sebelumnya kan ada 72 orang, semua dinyatakan positif DBD," jelas Kasubag Rekam Medis dan Promosi Kesehatan RSUD Curup, Sri Maryati.

Jumlah tersebut belum ditambahkan dengan suspect DBD dimana untuk bulan Januari yang positif DBD sebanyak 55 orang dengan suspect 9, sedangkan dibulan Februari ada sebanyak 22 orang positif dengan Suspect 4 orang.

Berdasarkan data RSUD Curup, kasus DBD didominasi anak-anak usia antara 1-13 tahun yang kemudian mayoritas penderita DBD adalah warga Rejang Lebong. Dimana untuk pasien yang berasal dari luar Kabupaten hanya berjumlah 7 orang, dengan rincian dibulan Januari ada 5 pasien dari Kepahiang dan 1 dari Lebong, sedangkan dibulan Februari hanya 1 pasien DBD dari luar yakni pasien dari Lebong.

"Dominan anak-anak sekitar 63 persen dari jumlah total yang positif, kalau asal pasien mayoritas dari Rejang Lebong," kata Sri.

Terkait dengan terus meningkatkan jumlah pasien DBD ini, dijelaskan oleh Sri pihak RSUD Curup tidak memiliki kendala, pasalnya RSUD Curup sifatnya hanya menerima pasien dsan melayani pengobatan saja.

"Kalau rumah sakit tidak masalah untuk menangani pasien DBD, kapanpun pasien masuk dan membutuhkan pelayanan kami siap, kesiapan ini mulai dari peralatan, ruangan, tempat tidur, tenaga medis semua kami siap," ujar Sri.

Sementara itu, saat ini keinginan masyarakat untuk dilakukannya Fogging tidak juga mendapat respon cepat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong. Bahkan usai serimonial gebrak DBD yang dilaksanakan dihalaman Kantor Camat Curup Tengah beberapa waktu lalu, saat ini tidak ada kelanjutannya, bahkan banyak warga yang menunggu-nunggu kapan wilayah mereka akan dilakukan Fogging terutama diwilayah Kecamatan Curup Tengah dan Curup yang sudah dinyatakan paling banyak pasien DBDnya oleh pihak Dikes Rejang Lebong.[**]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply