» » » » » Inilah 5 Profesi Yang Tidak Dirumahkan Oleh Pihak RSUD Curup


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Pada Senin, 18 April 2016 mendatang, sebanyak 314 honorer di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Curup kabupaten Rejang Lebong (RL) akan diseleksi untuk dirumahkan. Hal ini sejalan dengan surat himbauan Pemerintah Daerah (Pemda) Rejang Lebong untuk memangkas honorer yang dinilai tidak perlu dan memaksimalkan kinerja dari staf yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Namun rupanya, pihak RSUD Curup masih mempertahankan sekitar 64 tenaga honorer yang dianggap sangat perlu dan fatal jika dirumahkan. Ada 5 pekerjaan atau profesi yang dipertahankan oleh pihak RSUD Curup, diantaranya 1. Sebanyak 4 orang tenaga medis, yakni Profesi Dokter Umum, 2. Sebanyak 8 orang Tenaga Laundry, 3. Tenaga Instalasi gizi yang terdiri dari 7 orang pramusaji dan 7 orang juru masak, Total ada 14 orang, 4. Sebanyak 2 orang tenaga piket Genset, ship siang dan malam, dan yang terakhir yakni, 5. Sebanyak 37 orang tenaga kebersihan (Cleaning Service). Sehingga, total ada 64 orang tenaga honorer yang dipertahankan RSUD Curup.

"Dari 314 orang tenaga honorer RSUD Curup, hanya 64 orang yang dipertahankan. Jadi terhitung Senin, 18 April 2016, ada 250 tenaga honorer yang akan kita rumahkan," jelas Direktur RSUD Curup, Tanzilul Azhar kepada SemarakNews.co.id.

Tanzilul mengakui, pihaknya masih sangat membutuhkan 250 tenaga honorer tersebut. Namun dirinya mengatakan tidak bisa berbuat banyak terkait hal ini karena sudah merupakan kebijakan nasional yang dilaksanakan oleh Pemda Rejang Lebong. Dari kebijakan tersebut, Tanzilul menjelaskan bahwa dirumahkannya tenaga honorer tersebut untuk memberdayakan PNS yang ada di jajaran RSUD Curup.

"RSUD Curup hanya memiliki sekitar 250 orang PNS. Dari jumlah tersebut, kita masih sangat kekurangan staf. Makanya, kita telah mengusulkan untuk tidak seluruhnya tenaga honorer ini dirumahkan, sehingga kita masih bisa mempertahankan sekitar 64 orang tenaga honorer tersebut," jelas Tanzilul.

Ia mengatakan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pengertian terkait pengajuan mempertahankan tenaga honorer kepada Pemda Rejang Lebong. Tapi untuk saat ini belum bisa direalisasikan. Tanzilul mengakui pihaknya belum berani menjamin bahwa honorer yang dirumahkan tersebut akan direkrut kembali.

"Untuk kedepannya, pihak RSUD Curup akan membuat surat usulan untuk merekrut kembali tenaga honorer yang dirumahkan. Jika ada jawaban yang membolehkan RSUD Curup merekrut kembali, maka akan kita pekerjakan kembali," katanya.

Disingung terkait standar upah minimum yang akan diterima oleh 64 honorer yang masih dipertahankan tersebut, Tanzilul belum berani banyak berkomentar. Ia mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu oleh pihak Pemda Rejang Lebong.


"Kita akan koordinasikan dulu terkait upah minimum tersebut. Namun untuk saat ini, upah yang kita berikan untuk tenaga honorer ini masih berkisar Rp. 200 ribu - Rp. 600 ribu per bulan, bervariasi tergantung dengan beban kerja masing-masing bagian," jelas Tanzilul.[**]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply