» » » » Selama UNBK, PLN Diminta Amankan Jaringan Listrik Wilayah Curup Timur


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rejang Lebong (RL) Provinsi Bengkulu, Zakaria melalui Koordinator UN 2016, Dedi Warsito mengatakan, selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berlangsung, PLN Rayon Curup diminta amankan jaringan listrik di wilayah Curup Timur. 

"Untuk antisipasi agar selama pelaksanaan UNBK atau CBT (Computer Based Test), kami sudah menyurati PLN dan Telkom. Untuk PLN kami minta amankan jaringan listrik di wilayah Curup Timur agar tidak padam selama pelaksanaan UNBK. Begitu juga dengan Telkom, terkait koneksi jaringan internet," terang Dedi di tengah kesibukannya mengkoordinir musim Ujian Nasional, Senin (4/4/2016).

Dedi menambahkan, terkait pengawasan tidak jauh beda dengan pelaksanaan UN tahun sebelumnya. Yakni pengawasan sistem silang dari seluruh sekolah di RL. 

"Hanya saja bedanya, tidak ada lagi pengawasan dari tim independen dari Universitas Bengkulu (Unib)," tambah Dedi.

Disinggung soal keamanan jawaban khususnya dalam pelaksanaan UNBK, Dedi mengatakan, jawaban dari soal-soal UNBK, hanya bisa diakses peserta itu sendiri. 

"Setiap peserta UN, ada kode Token untuk mengakses nilai hasil ujian mereka. Tapi nilai itu bisa dilihat setelah UNBK dilaksanakan dan diperiksa dari pusat. Sedangkan untuk data arsip yang kami (Disdik RL,red) itu akan ada laporan dari pusat," beber Dedi kepada SemarakNews.co.id.

Sementara itu, sambungnya lagi, untuk pendistribusian soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) reguler, tidak ada perubahan teknis dari tahun sebelumnya. "Untuk LJUN reguler, setiap hari dikirim dari daerah (kabupaten/kota) ke provinsi setiap hari itu juga usai pelaksanaan UN," demikian Dedi.

Terpisah, dikonfirmasi soal kepastian keamanan jaringan listrik, Kepala PLN Rayon Curup, Rafico membenarkan sudah menerima surat dari Disdik RL. Dalam pernyataannya di Whats App Senin (4/4/2016) pukul 14.30 WIB dijelaskannya, jika pihaknya sudah melakukan pembersihan jaringan dan penundaan pekerjaan yang memerlukan pemadaman. Dan pihak sekolah pun sudah diimbau untuk menyiapkan genset. 

"Namun terkait hal-hal yang sifatnya gangguan karena bencana alam sehingga mengakibatkan gangguan listrik, kami sudah standby-kan petugas," tulis Rafico.


Diketahui, total peserta UN 2016 di RL, untuk tingkat SMA/MA 1.979 orang, terdiri 1.177 laki-laki dan 802 perempuan. Tingkat SMK totalnya 952 orang, terdiri 624 laki-laki dan 328 perempuan. Untuk tingkat SMP sederajat totalnya 4.516 orang, terdiri 2.221 laki-laki dan 2.295 perempuan. Lalu tingkat SD sederajat totalnya 5.272 orang, terdiri dari 2.677 laki-laki dan 2.595 perempuan.[**]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply