» » » » » » Tidak Merasa Minder dan Malu, Tabib Desa Semangat Kerjakan Soal Ujian


//Berbincang dengan Peserta Tertua UN Paket C 2016 di Rejang Lebong

BENGKULU, SemarakNews.co.id - "Galilah ilmu sejak lahir hingga ke liang lahat". Pepatah ini cocok untuk seorang petani kopi yang berdomisili di Desa Talang Blitar Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Ia adalah Sutrisno Pindarif (55). Pria kelahiran 12 Agustus 1961 ini merupakan salah seorang peserta Ujian Nasional (UN) Paket C atau ujian setara Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di tahun ini (2016).

Sutrisno yang selain kesehariannya sebagai petani, ia juga notabenenya sebagai Tabib desa dengan pola pengobatan alternatif tradisional. Bapak 3 anak ini, tercatat sebagai peserta tertua dalam UN Paket C dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Wijaya Kusuma, Curup. Selain perserta ujian tertua, ia juga sebagai satu-satunya peserta PKBM dan peserta UN Paket C 2016 dari desanya.

Meski usianya sudah paruh baya, namun semangat menimba ilmu dalam hidupnya tidak pernah lelah. Sutrisno pun tidak merasa minder dan malu kepada peserta yang muda dan jauh di bawah umurnya dalam mengikuti UN Paket C tersebut.

Pria berperawakan sedang dengan kulit sawo matang yang juga sudah terlihat mengeriput itu bahkan mengaku sangat senang dan semangat mengikuti ujian Paket C tersebut. "Tidak ada kata terlambat yang penting ada kemauan. Toh, belajar itu kan tak mengenal usia," ujar Sutris dengan logat Jawanya yang masih kentara.

Jika ia lulus dan mendapatkan Ijazah Paket C nanti, kata Sutrisno sembari menghisap dan menikmati sebatang kretek di tangannya itu, ia berencana akan terus berkarya dan membangun desanya. Petani, bagi dia bukan akhir dari mata pencaharian dalam hidupnya. Meski selama menjadi petani saat ini ia sudah memberikan yang terbaik untuk desanya walau sedikit, namun sebelum ajal menjemputnya ia masih akan terus memberikan yang terbaik untuk desa dan masyarakat desanya.

Bahkan, aku Sutrisno, meski hanya warga biasa dan seorang petani, saat ini ia digadang-gadangnya oleh warga desa untuk maju dalam bursa pemilihan kepala desa (Pilkades) pada September 2016 mendatang.

"Masyarakat desa itu terus menyuruh (mendukung,red) saya supaya maju pada pilkades. Tapi saya bilang ke masyarakat, saya ini belum memenuhi syarat dalam strata pendidikan. Namun masyarakat terus mendukung. Makanya, salah satu motivasi saya belajar ikut UN Paket C ini, merupakan dukungan dari masyarakat," aku Sutris ketika ditemui di Kompleks Sekolah Taman Siswa Curup, Senin (4/4/2016).

"Ya, harapan saya nanti bisa lulus dengan baik pada UN Paket C ini. Mudah-mudahan perjuangan saya tidak sia-sia dan membawa hasil yang maksimal. Walaupun saya menyadari pula masih banyak kekurangan dalam diri saya yang harus saya perbaiki," harap Sutris.


Di sisi lain, atas izin Allah SWT, Sutrisno bisa mengobati beberapa pasiennya yang mengalami luka bakar namun kini kembali sehat. Selain pasien dari desanya sendiri dan dari lingkup Provinsi Bengkulu, Sutris pernah mengobati pasiennya yang berada di Jawa. 

"Pernah ngobati pasien di Jawa. Alhamdulillaah pasien itu kini sudah sembuh dan bisa beraktivitas lagi. Saya yang pergi ke Jawa waktu itu. Tapi saya diongkosi sama keluarga pasien," demikian Sutris sembari menuju ruang ujian, sore itu.[**]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply