» » » » Waduh!!! Bantuan Tenaga Untuk RSUD Curup Masih Lama. Ini Sebabnya...


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Telah dirumahkannya 250 honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup berdampak pada kinerja dan pelayanan dari RSUD Curup. Banyak pegawai mengeluh lelah dan sudah tidak sesuai dengan porsi kerja lagi. Banyak pegawai RSUD Curup yang jam kerjanya mencapai 12 jam.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur RSUD Curup, Tanzilul Azhar bahwa sudah banyak kepala bagian layanan dari RSUD Curup mengeluh dan kewalahan dalam beberapa hari ini dalam melayani banyaknya pasien yang berobat. Bahkan, kepala bagian layanan masing-masing di RSUD Curup sampai turun tangan membantu stafnya dalam melayani pasien.

Tanzilul mengatakan, pihaknya telah mengajukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rejang Lebong (RL) untuk mengakomodir penambahan tenaga teknis dan administrasi di RSUD Curup. Tenaga bantu yang diajukan oleh pihak RSUD Curup ini seperti tenaga perawat, bidan, dan staf yang bersumber dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) kabupaten Rejang Lebong.

"Kita sudah mengajukan tenaga bantu tersebut diakomodir untuk membantu di RSUD Curup. Kami berharap, pihak BKD Rejang Lebong dan Pemda segera mendistribusikan tenaga-tenaga bantu tersebut, karena mereka sangat dibutuhkan di RSUD Curup ini untuk menunjang kinerja dan pelayanan kepada pasien," harap Tanzilul.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Mutasi Pegawai BKD Rejang Lebong, Samsul Wandi mengatakan bahwa tidak ada pengajuan tenaga bantu tersebut dari pihak RSUD Curup kepada pihaknya. Malahan, menurut Samsul, pihak BKD Rejang Lebong lah yang memberikan pengajuan tenaga bantu tersebut untuk ditempatkan di RSUD Curup, sebagai salah satu solusi bagi RSUD Curup yang mengakunya kewalahan melayani pasien dengan jumlah staf pasca dirumahkannya 250 honorer tersebut.

"Tidak ada pihak RSUD Curup memberikan sejenis surat pengajuan kepada kami (BKD Rejang Lebong, red) terkait permohonan tenaga bantu, yakni tenaga dari puskesmas untuk dipindahkan ke RSUD Curup. Yang ada itu, pihak kami lah yang memberikan saran dan salah satu solusi sementara untuk RSUD Curup karena katanya masih sangat kekurangan tenaga peayanan disana," ungkapnya.


Syamsul juga menjelaskan, pihaknya juga tidak pernah menjanjikan akan segera mendistribusikan tenaga bantu tersebut ke RSUD Curup dalam 2 atau 3 hari. Menurut Syamsul, hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Pihaknya saat ini tengah mendata staf, tim teknis seperti perawat dan bidan di setiap puskesmas di kabupaten Rejang Lebong. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi Daftar Urut Kepangkatan (DUK) setiap staf, perawat, dan bidan dengan status Pegawai negeri Sipil (PNS) calon tenaga yang akan diperbantukan di RSUD Curup.

Samsul menjelaskan, tidak mungkin dalam minggu ini akan bisa segera pihak BKD Rejang Lebong distribusikan tenaga tersebut, karena pihak BKD harus berkoordinasi terlebih dahulu kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), sehingga pengurangan staf dan tim teknis di Puskesmas yang tenaganya dikurangi tersebut, tidak menimbulkan masalah baru, yakni kekurangan staf dan tim teknis juga.

"Tidak mungkin bisa kita distribusikan dalam waktu dekat ini. Kami saat ini masih mendata jumlah staf dan tim teknis di setiap puskesmas. Soal kapan bisa mulai diperbantukan di RSUD Curup, kami belum bisa memastikan. Tapi, kami akan usahakan secepatnya," jelas Samsul.[**]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply