» » » » » » Inilah Kronologis OTT Suap Gubernur Bengkulu

Tersangka Kasus Suap Fee Proyek, Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti Tiba di Markas Besar KPK RI Pada Selasa (20/6/2017)
SemarakNews.co.id, JAKARTA – Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti berserta Istri dan 3 orang Kontraktor ternama langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus suap fee proyek jalan di Provinsi Bengkulu. Informasi berkembang, saat dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendapati Barang Bukti berupa uang sebanyak Rp 1 Miliar, dari fee yang dijanjikan oleh pihak pemenang lelang tender proyek yakni sebanyak Rp 4.7 Miliar.

"Setelah diperiksa 1x24 jam yang dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti melalui Istrinya terkait dengan fee proyek. Hal ini meningkatkan status perkara ke penyidikan," jelas Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Inilah kronologis OTT KPK terkait suap Gubernur Bengkulu pada Selasa (20/6/2017);

Pukul 09.00 WIB
Tim lidik KPK menduga ada aksi pemberian uang suap Melalui Rico Dian Sari (RDS) dari PT Statika Mitra Sarana (SMS), Jhony Wijaya yang dimasukkan ke dalam kardus. Sekira pukul 09.00 WIB, Rico mengantarkan uang suap tersebut ke Rumah Pribadi Gubernur Bengkulu.

Pukul 09.30 WIB
Rico keluar dari rumah Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti. Setelah itu, menyusul Ridwan Mukti meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor.yang kabarnya memimpin rapat di Kantor Gubernur Bengkulu.


Pukul 10.00 WIB
Tim KPK menangkap Rico di perjalan setelah meninggalkan rumah Ridwan Mukti. Tim membawa Rico kembali ke rumah Ridwan dan bertemu dengan istri Ridwan Mukti, 

Lily Martiani Maddari.
Di rumah Ridwan Mukti, tim KPK mengamankan uang sebanyak Rp 1 Miliar dalam pecahan Rp 100 ribu yang sebelumnya sudah disimpan dalam brankas. Tim KPK kemudian membawa Rico dan Lily ke Mapolda Bengkulu.

Pukul 10.30 WIB
Tim KPK menangkap Jhony Wijaya, Pimpinan PT Statika Mitra Sarana di hotel tempat menginap di Bengkulu. Tim KPK juga mengamankan uang Rp 260 juta pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dalam tas ransel.
KPK kemudian membawa Jhony ke Polda Bengkulu.

Pukul 11.00 WIB
Ridwan Mukti datang ke Mapolda Bengkulu 


Pukul 14.45 WIB
Tim KPK membawa 5 orang termasuk staf Rico berinisial H ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Empat orang ditahan sedangkan staf Rico dibebaskan.

KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka penerima suap fee proyek yakni Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari dan Rico Dian Sari. Ketiganya disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
Sedangkan tersangka pemberi uang suap yakni Direktur PT Statika Mitra Sarana, Jhony Wijaya disangkakan dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.[**]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply