» » » » » » Sudah 18 Hari Kegiatan, “Pasar Malam” Di STADION Air Bang Curup Belum Setor Retribusi

Tenda-Tenda Bazar dan Arena Permainan Berdiri Di Tengah Lapangan STADION Air Bang Curup Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
SemarakNews.co.id, BENGKULU – Kegiatan Hiburan Rakyat dan Bazar atau yang lebih dikenal masyarakat dengan “Pasar Malam” di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu diduga melanggar prosedur dan tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Pasalnya, sejak beroperasi pada 20 Agustus 2017 yang lalu, hingga saat ini atau telah 2 pekan lebih beroperasi di STADION Air Bang Curup, pihak pengelola Hiburan Rakyat dan Bazar belum menyelesaikan perizinan dan kewajibannya yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 30 Tahun 2011 Tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/9/2017) sekira pukul 11.00 WIB, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Rejang Lebong, Henny Kurniati melalui Kepala Bidang (Kabid) Kemitraan, Taslim mengakui perizinan kegiatan “Pasar Malam” di STADION Air Bang Curup melanggar beberapa ketentuan yang telah ditentukan oleh pihak Disparpora Kabupaten Rejang Lebong.

Diantaranya adalah penempatan tenda-tenda Bazar dan arena permainan yang saat ini terletak di tengah-tengah lapangan STADION, padahal dalam surat rekomendasi izin pemakaian lapangan tersebut dengan nomor surat 523/BKKP/Dispar/2017 Tanggal 10 Agustus 2017 poin 4 menyatakan dengan tegas bahwa pelaksanaan kegiatan “Pasar Malam” diizinkan dengan ketentuan tidak merusak lapangan dan membersihkan kembali STADION pasca digunakan.
“Izin kegiatan pasar malam tersebut bukanlah di tengah-tengah lapangan melainkan di area pinggir lapangan saja. Hal ini tertulis jelas dalam poin ke 4 dalam surat yang pihak kami keluarkan tersebut. Namun, pada pelaksanaannya, pihak pengelola “Pasar Malam” mendirikan tenda-tenda bazaar dan arena permainannya di tengah lapangan,” jelas Taslim.
Belum Ada Komitmen Retribusi
Selain itu, pihak pengelola Hiburan Rakyat dan Bazar juga hingga saat ini belum ada komitmen untuk membayarkan kewajibannya sesuai dengan Perda Nomor 30 Tahun 2011 kepada pihak Disparpora Kabupaten Rejang Lebong.

Kondisi Lapangan STADION Air Bang Curup Kabupaten Rejang Lebong Saat Digunakan Sebagai Lokasi "Pasar Malam"
Sesuai dengan Perda di atas, dijelaskan bahwa kewajiban retribusi pengelola “Pasar Malam” untuk penggunaan sarana olahraga adalah sebesar Rp 1 juta per hari untuk Umum, sedangkan untuk kegiatan sosial retribusi penggunaan sarana olahraga sebesar Rp 500 ribu per hari. Ini berarti hingga saat ini, pihak pengelola “Pasar Malam” di STADION Air Bang Curup telah berhutang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 18 juta.
“Pada 23 Agustus 2017 yang lalu, pihak pengelola kegiatan Hiburan Rakyat dan Bazar telah melayangkan surat kepada kami terkait pembayaran retribusi tersebut. Karena tidak sesuai dengan Perda yang berlaku, maka kami belum berani menyetujui dan menerimanya,” ungkap Taslim.
Dijadwalkan, Kegiatan Hiburan Rakyat dan Bazar “Pasar Malam” di STADION Air Bang Curup berlangsung sejak 20 Agustus hingga 15 September 2017. Dengan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 25 hari tersebut, seharusnya pihak Pengelola “Pasar Malam” wajib menyetorkan retribusi sebesar Rp 25 juta kepada Disparpora Rejang Lebong. Namun, realisasi pembayaran Retribusi tersebut tak kunjung ada koordinasi dari pihak pengelola “Pasar Malam”, apakah akan menyelesaikan kewajiban tersebut atau tidak? Sedangkan “Pasar Malam” di STADION Air Bang Curup terus berlangsung.[sgk/red/E01]

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply