» » » » » » Raja, Ratu dan Sultan Nusantara Hadiri Sambung Rasa Nasional di Rejang Lebong & Deklarasikan “Hari Kemakmuran Dunia”



DIBUKA oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, acara Sambung Rasa Nasional berjalan lancar dan khidmat yang dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi 31 Maret sebagai ‘’Hari Kemakmuran Dunia’’. Disusul dengan khotbah agung para raja, ratu, sultan dan pemangku adat. Serta dialog tentang ‘’Persepektif Pembangunan dan Undang-undang’’ yang disampaikan anggota DPR-RI, Nanang Samudra dan anggota DPD-RI, Eni Khairani.


Setelah itu, dilanjutkan dengan pidato kebudayaan yang disampaikan Presiden Perdamaian Dunia 202 Negara, Dr. Djuyoto Suntani dan Diskusi Panel Perumusan Skenario Indonesia Masa Depan.



Sambung rasa nasional ini dihadiri 30 lebih perwakilan raja, ratu dan sltan. Diantaranya Presiden Perdamaian Dunia Djuyoto Suntani Shri Lalu Gde Pharma Eknas AKKI/Paradhya Lombok VIII, Sri Sultan Suryo Alam dari Demak, Kandjeng Rhesi Herbayu Yogyakarta, Raja Laiwoi Kendari, Raja Mekongga Sulawesi Utara dan Sultan Sepuh XIV yang diwakili Sekjend Fskn Bunda Yani Wage Sulistiowati.

Ditambah perwakilan Kerajaan Sihondop Tapanuli Selatan, Ambo Dalle Raja Sidrap Sulawesi Selatan, Gom Simorangkir pemangku adat Batak, Pangeran Haqadirauf Bangsawan Muda Indonesia, Kanjeng Raden Subandrio dari Kerajaan Majapahit, M. Herlansyah SH, MM dari Bermani Jurukalang Kerajaan Renah Sekelawi Mangku Rajo Kabupaten Lebong dan Azwar S. Kamidan Singajaya II Kerajaan Muara Bangkahulu Benteng.


‘’Saya mengapresiasi untuk Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Bupati Rejang Lebong yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Apalagi yang hadir disini adalah raja dan ratu serta sultan dari seluruh nusantara. Saya berharap Sambung Rasa Nasional ini bisa bermanfaat bagi kemajuan daerah, khususnya Kabupaten Rejang Lebong dan umunya Provinsi Bengkulu serta secara luas untuk kemajuan Bangsa Indonesia,’’ kata Rohidin.

Rohidin berharap pertemuan ini dapat menghasilkan gagasan riil yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta terbitnya ide inovasi pembangunan desa yang mampu mewujudkan pemerataan pembangunan. Menurutnya, masyarakat desa merupakan salah satu sasaran pembangunan dan pemerintahannya mempunyai kewenangan melakukan inovasi pembangunan.

“Jika persoaalan di desa-desa bisa terselesaikan, hampir bisa dikatakan selesai juga pesoalan di daerah. Maka, semangat nawacita membangun Indonesia dari pinggiran ini hendaknya mampu mengubah perspektif pembangunan, kemudian diimplementasikan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional,” papar Rohidin.

Inovasi pembangunannya pun, lanjut Rohidin, perlu disesuaikan dengan karateristik budaya dan adat masyarakat lokal. Tujuannya, pemanfaatan potensi dan proses pembangunan tak bertentangan dengan kearifan lokal ataupun menghilangkan budaya dan adat yang telah ada. Budaya dan adat juga merupakan potensi suatu daerah atau pun desa, yang perlu dijaga kelestariannya.


Bupati Rejang Lebong,  Dr (HC). HA. Hijazi, SH, M.Si yang bergelar Aryo Rajo Pasak Bumei menjelaskan, ada 3 hal penting yang diusung dalam kegiatan Sambung Rasa Nasional. Yakni, tentang UU Desa, UU Adat dan perumusan skenario Indonesia masa Depan.

‘’Jadi Deklarasi Hari Kemakmuran Dunia yang sudah kita lakukan tadi (kemarin, red) menjadi salah satu wujud yang dihasilkan dari kegiatan Sambung Rasa Nasional di Kabupaten Rejang Lebong ini,’’ kata Hijazi.

Hasilnya nanti, tutur Hijazi akan diserahkan kepada anggota DPR-RI dan DPD-RI yang ikut hadir untuk dibawa ke pusat. Agar bisa dituangkan dalam UU, baik itu UU desa maupun UU Adat.

‘’Mengapa tema yang diangkat mengenai desa, ini sesuai dengan intruksi presiden Jokowi membangun dari pinggiran atau pedesaan. Makanya di Rejang Lebong pembangunan kita mulai dari wilayah desa. Dengan tidak mengenyampingkan apalagi menghilangkan budaya dan nuansa adat istiadat dalam proses pembangunannya,’’ ujarnya.


Selain itu, tambah Hijazi, kegiatan Sambung Rasa yang dilaksanakan di Rejang Lebong juga dalam rangka promosi daerah serta menjalin kerjasama diberbagai bidang. Bidang ekonomi, kebudayaan, pariwisata dan bisnis serta bidang sektor lainnya untuk jangka panjang.[ADV]

Raja, Ratu dan Sultan Nusantara Yang Hadiri Sambung Rasa Nasional di Curup,Tanggal 31 Maret – 1 April 2018
1.  Presiden Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani
2.  Shri Lalu Gde Pharma, eknas AKKI / Paradhya Lombok VIII
3.  Dymm Sri Sultan Suryo Alam
4.  Kandjeng Rhesi Herbayu, Yogyakarta
5.  Raja Laiwoi Kendari
6.  Raja Mekongga Sultra
7.  Sultan Sepuh XIV ( diwakili Sekjend Fskn Ym Bunda Yani Wage Sulistiowati)
8.  Dewan Pakar Fskn, Kolonel Munif Prasodjo
9.  Kerajaan Aceh, Nassir Jacob Raja
10. Princess Martha, Kesultanan Asahan
11. Raden Ajeng Tengku Fevrina, Kesultanan Indragiri Riau
12. Sultan Purnama Agung, Ferizal Ridwan, 50 kota
13. Mamanda Raja Bungo Setangkai
14. Yudilfan Habib Dt. Monti Raja Dihulu
15. Maradona Dt. Ompang Raja Salareh
16. Kerajaan Sihondop Tapsel
17. Ambo Dalle, Raja Sidrap Sulawesi Selatan.
18. YM M Herlansyah SH, MM (Bermani Jurukalang), kerajaan Renah Sekelawi Mangku Rajo Lebong.
19. YM Azwar S Kamidan Singajaya II Kerajaan Muara Bangkahulu Benteng.
20. YM Rajomudo Jhon Kerajaan Gunung Bungkuk
21. YM Adipatih Nan Bungkuk,Kerajaan Bungkuk Hulu
22. YM Wanhar, Depati Serindung Alam Gumay. Kerajaan Gumay Lembak.
23. YM Hulubalang Hen, Kerajaan Talo Seluma.
24. Kerajaan Bone Sulsel YM Syafril M.Pd Daeng Patimbang
25. Gom Simorangkir, pemangku adat Batak
26. Pangeran Haqadirauf, Bangsawan Muda Indonesia
27. Kanjeng Raden Subandrio, Kerajaan Majapahit

Tentang RealitaBengkulu.co.id

RealitaBengkulu.co.id merupakan salah satu portal Media Massa Berbasis Siber (Online) yang siap menyajikan Berita yang Aktual, Akurat dan Mampu Dipertanggungjawabkan dengan harapan berita yang disajikan RealitaBengkulu.co.id bisa menjadi referensi dan pelengkap informasi Anda
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply