Rejang Lebong

Baru 50 Anak Miliki KIA di Rejang Lebong

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Kabupaten Rejang Lebong, Mei Susanti
REALITABENGKULU.CO.ID - Rejang Lebong. Hingga Januari 2019, tercatat baru sekitar 50 anak yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rejang Lebong, H. Bakrim melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Mei Susanti mengungkapkan saat ini baru tercatat sekitar 50 anak yang memiliki KIA. Walau program atau penerbitan KIA telah berjalan sejak 2016, namun di Kabupaten Rejang Lebong baru dilaksanakan sejak pertengahan Desember 2018 lalu.

Mei mengakui, pihaknya memang secara luas belum mensosialisasikan tentang KIA kepada masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yang membuat pihak Dinas Dukcapil Rejang Lebong mengambil kebijakan tersebut. Diantaranya, blanko KIA masih terbatas yakni sebanyak 20.000 blanko sedangkan jumlah anak di kabupaten Rejang lebong terdata sebanyak 70.000 lebih. Kemudian selain masalah blanko, pihaknya juga terkendala dengan sarana berupa Ribbon atau yang dikenal dengan istilah tinta pencetak KIA yang sangat minim.

“Untuk Ribbon, informasi dari Kepala Dinas, kami sudah memesan dan saat ini dalam tahap pendistribusian ke Dinas Dukcapil. Namun, hingga saat ini, belum sampai,” ujar Mei Susanti.

Ditambahkan Mei, berbeda dengan KTP Elektronik, anggaran KIA tidak menggunakan anggaran pusat/APBN melainkan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rejang Lebong. Mei berharap, pemerintah daerah Rejang Lebong dapat segera menganggarkan kebutuhan blanko dan sarana pencetakan KIA agar seluruh anak di Kabupaten Rejang Lebong dapat tercatat karena memiliki manfaat yang baik.

“Salah satu azas manfaat seorang anak memiliki KIA adalah menghindari anak dari tindak kriminalitas seperti perdagangan anak, anak juga bisa langsung diketahui identitas lengkapnya. Lebih kurang KIA ini persis nantinya berfungsi juga seperti kartu pelajar,” jelas Mei kepada jurnalis SemarakNews.co.id.

Karena blanko dan fasilitas yang masih belum memadai untuk pencetakan KIA, pihak Dinas Dukcapil Rejang Lebong mengambil beberapa kebijakan khusus terkait pencetakan KIA. Diantaranya, anak yang difasilitasi memiliki KIA yakni berumur minimal 5-15 Tahun, bagi anak yang telah berumur 15-17 tahun pihaknya menyarankan untuk tidak membuat KIA karena anak usia 15-17 tahun telah bisa diterima perekaman untuk pembuatan KTP Elektronik tapi pencetakannya baru dilaksanakan saat anak berusia 17 tahun.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2019, sebenarnya pencetakan KIA diperuntukkan bagi anak usia 0-17 tahun kurang satu hari. Tapi karena masih adanya keterbatasan yang dijelaskan tadi dan dari hasil rapat koordinasi kita, maka diambillah beberapa kebijakan untuk efisiensi anggaran dan azas manfaat KIA,” demikian Mei Susanti.

Penulis: Selamet Sugiharto
Editor: Selamet Sugiharto

About RealitaBengkulu.co.id

0 Comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.