Bengkulu Segera Bentuk Perda Penentuan Zonasi Pesisir dan Pulau Kecil

Rakor Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Bogor/Foto: Istimewa
REALITA BENGKULU – Bogor. Pada Rabu (30/1/2019), bertempat di Hotel Salak Tower Bogor, Jawa Barat, sebanyak 34 perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) Propinsi di Indonesia menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Dalam rakor tersebut, Pemda Propinsi Bengkulu yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Nopian Andusti menegaskan akan merealisasikan legalitas Zonasi wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil di Bengkulu dan dijadikan Peraturan Daerah (Perda). 

Rakor dibuka langsung oleh Inspektur Jenderal (Irjend) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI).

“Pemda Propinsi Bengkulu sangat mendorong dan mendukung terbentuknya perda Zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil ini. Apalagi Pemda Bengkulu juga saat ini tengah gencar meningkatkan potensi maritim,” tegas Nopian Andusti yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Bengkulu.

Nopian Andusti juga menjelaskan, dengan terbentuknya Perda ini nanti, Bengkulu berpotensi menjadi salah satu Gerbang Utama Pembangunan Kemaritiman di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir Barat Sumatera. Terlebih lagi, Pemda Propinsi Bengkulu saat ini tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berpusat di Pelabuhan Pulau Baai.

“Dengan terbentuknya Perda zonasi wilayah pesisir dan pulau kecil di seluruh Propinsi Se-Indonesia, kita berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu dan potensi laut di Bumi Raflesia,” harap Nopian Andusti.

Pihak Irjend Kementerian Kelautan dan Perikanan RI berharap, Perda yang nantinya akan dibentuk ini dapat dilaksanakan dengan bijaksana dan tidak bersingunggan dengan kepentingan lainnya. Sehingga Perda zonasi pesisir dan pulau kecil dapat terlaksana dan menyelesaikan permasalahan pesisir dan kelautan di setiap Propinsi.(MC)

Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.