Menginspirasi, Hobi Jadi Peluang Usaha

Peternakan Burung Lovebird Anton/Foto: Hendro Septada
REALITA BENGKULU – Rejang Lebong. Banyak hobi yang dapat dijadikan peluang usaha, salah satunya hobi memelihara Burung Lovebird. Membudidayakan jenis burung kicau yang satu ini cukup menjanjikan penghasilannya.

Burung Lovebird yang lebih sering dikenal dengan burung kicau telah nge-trend di masyarakat. Burung kicau jenis ini tidak hanya digandrungi oleh orang dewasa saja namun hingga anak-anakpun menyukainya untuk dijadikan hewan peliharaan karena warna bulunya yang menarik.

Salah seorang peternak burung Lovebird, Anton mengatakan, membudidaya burung Lovebird merupakan hobinya. Namun, peluang usahanya juga tidak kalah menarik, dari peluang itu, ia mendapatkan penghasilan yang bisa dikatakan lumayan besar.

“Peluang ternak lovebird terbilang sangat bagus dan sangat cerah. Usaha ternak Lovebird menjadi suatu pilihan usaha beternak burung kicau yang menjanjikan,” ujar Anton.

Anton menambahkan, pembeli ternak Lovebird tidaklah sulit, dengan harga yang cukup variatif terjangkau. Misalnya saja untuk anakan dijual mulai dari Rp 250 ribu sedangkan indukan bisa mencapai Rp 500 ribu per ekornya.

Saat ini, Anton memiliki sekitar 25 pasang Lovebird di kediaman nya yang beralamat di Air Meles Atas Kecamatan Curup Timur. Membudidaya burung Lovebird juga tidak diperlukan perlakuan khusus dan tempat yang luas. Di halaman belakang rumah atau ruang yang cukup untuk menempatkan kandang saja sudah cukup untuk memulai ternak Burung LoveBird. Dalam hal modal awal juga tidak dibutuhkan biaya yang besar dan dapat dilakukan dengan skala rumahan.

Dengan modal awal 2 pasang indukan yang menjadi modal awalnya, dari 2 pasang indukan inilah peternakan Lovebird Anton mulai menampakkan hasil. Setelah dijodokan Lovebird Anton yang baru dibelinya mulai bertelur, dimana jumlah telur yang dihasilkan banyak yang berhasil menetas. Mulai sejak itu, Anton mulai mendalami hobinya hingga membuka peluang usaha baginya.

Penulis: Hendro Septada (Mahasiswa Jurusan Komunikasi Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah IAIN Curup)

Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.