Sapi dan Kambing Primadona Desa Kampung Delima


REALITABENGKULU.CO.ID - Rejang Lebong. Salah satu potensi unggulan Desa Kampung Delima Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu adalah peternakan Sapi dan Kambing. Sapi dan kambing merupakan peternakan yang menghasilkan keuntungan yang cukup besar, tak heran jika kebanyakan orang membudidayakan sapi dan kambing sebagai usaha pokok. Melihat potensi keuntungan yang cukup besar, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sri Kandi Desa Kampung Delima menjadikan sapi dan kambing sebagai salah satu komoditas utama lini usahanya bekerjasama dengan masyarakat desa. Hal ini membuat sapi dan kambing menjadi primadonanya Desa Kampung Delima.

Kepala Desa Kampung Delima, Darlis melalui Kasi Pemerintahan, Yunita mengatakan, Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Kampung Delima yang dialokasikan untuk BUMDes dikelola untuk usaha sapi dan kambing.
”Sapi dan kambing merupakan peternakan yang menjadi usaha Desa kami, karena penghasilannya yang sangat membantu desa, sehingga usaha peternakan sapi dan kambing menjadi salah satu pusat dan ciri khas dari kampung Delima, harga satu ekor kambing berkisar Rp 2 juta sedangkan harga satu ekor sapi ditentukan oleh masyarakat itu sendiri, kebanyakan masyarakat yang membeli kambing ketika akan mengaqiqah anak, sementara masyarakat yang membeli sapi ketika menjelang hari raya Idul Adha, untuk qurban di hari mulia tersebut,” jelas Yunita. 

Yunita berharap, kedepannya usaha peternakan sapi dan kambing Desa Kampung Delima semakin meningkat dan dikenal oleh penjuru wilayah Kabupaten Rejang Lebong hingga luar kota, karena usaha ini sangat membantu masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BUMDes Sri Kandi didirikan pada 2017, hasil dari musyawarah masyarakat Desa Kampung Delima. Setelah BUMDes terbentuk maka struktur BUMDes ditentukan pengurusnya. Setelah dana dari desa dicairkan BUMDes mulai menjalankan beberapa tahap yang menjadi tugasnya. Dana Desa yang dikeluarkan untuk BUMDes dikelola untuk beberapa macam kebutuhan desa, salah satunya Pecah Belah (alat taruf), mesin jahit, peternakan dan alat-alat lainnya yang dibutuhkan desa. 

“Tujuan didirikannya BUMDes Sri Kandi Desa Kampung Delima, untuk meringankan beban masyarakat, dengan adanya BUMDes ini bisa mendorong dan mengarahkan masyarakat untuk bisa mengelola sumber daya manusia, serta membantu kepala Desa untuk lebih amanah mengelola dana Desa yang ada di Desa Kampung Delima,” harap Yunita.

Penulis: Dora Maryanti dan Hendro Septada (Mahasiswa Jurusan Komunikasi Fakultas Dakwah IAIN Curup)
Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.