Belum Banyak Diketahui, Desa Kayu Manis Miliki Potensi Wisata Air Terjun Yang Indah

Air Terjun Di Desa Kayu Manis Kabupaten Rejang Lebong/Foto: Istimewa
Realita Bengkulu - REJANG LEBONG. Desa Kayu Manis Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong memiliki Air Terjun yang indah yang belum banyak diketahui masyarakat luar.

Tetapi keindahan Air Terjun Desa Kayu Manis ini belum bisa dikelola jadi tempat wisata yang layak karena masih terdapat beberapa masalah, salah satunya adalah pemilik perkebunan menuju Air Terjun belum mengijinkan untuk dibukanya akses jalan.

Ali Usman selaku kadus III Desa Kayu Manis mengatakan, pihaknya sudah mencoba berbicara kepada pemilik kebun agar memberikan sedikit tanah untuk dihibahkan kepada pihak desa agar Air Terjun tersebut dapat dikelola dengan baik dan dikenal oleh masyatakat luas.

“Sebenarnya, pemilik tanah yang akan kita jadikan jalan tersebut mengijinkan atau bersedia sedikit tanahnya dijadikan jalan menuju Air Terjun itu, akan tetapi pemilik tanah tersebut tak mau menggunakan surat-surat atau pun perjanjian kepada pihak desa. Disini kami selaku perangkat desa mengalami kualahan, khawatirnya dikemudian hari nanti terjadi permasalahan,” jelas Ali.

Namun Ali mengatakan, pihaknya juga masih terus berupaya agar mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan kepada pemilik kebun tersebut. Ali menilai, hal ini terjadi lantaran si pemilik kebun tidak paham kegunaan surat-surat yang dimaksud dan khawatir surat tersebut disalahgunakan.

"Harapan dari kami selaku pengurus desa supaya Air Terjun bisa dibuka dan bisa dibangun menggunak ADD\ DD sehingga dapat meningkatkan Sumber Daya Alam (SDA) di desa Kayu Manis ini dan yang paling penting desa kami lebih dikenal dengan adanya wisata Air Terjun ini, dan bisa membantu masyarakat Desa Kayu Manis meningkatkan pendapatan masyarakat desa kami," harap Ali.

Pemilik tanah yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan beliau akan memberikan tanahnya kalau pihak desa memang benar-benar mau membuka jalan menuju Air Terjun tersebut dengan catatan tidak mau menggunakan surat menyurat atau pun bertanda tangan di atas materai.

Penulis : Hendro Septada Dan Fadkhul Barry (Mahasiwa Jurusan Komunikasi Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah IAIN Curup)

Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.