Kopi Bengkulu Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarkat


REALITA BENGKULU – Jakarta. Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah menghadiri acara launching Bencoolen Rider dan Bencoolen Coffee Mobile di Jakarta yang dilaksanakan oleh Badan Penghubung Provinsi Bengkulu. Dalam kesempatan itu, Gubernur Bengkulu memaparkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kopi Bengkulu, khususnya sebagai penggerak Ekonomi Masyarakat Provinsi Bengkulu.

Launching Bencoolen Rider dan Bencoolen Coffee Mobile di Jakarta yang dilaksanakan pada Rabu (6/12/2019) itu bertujuan untuk mempromosikan Kopi Bengkulu ke tingkat Nasional dan Internasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menjelaskan, ada langkah-langkah strategis yang saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu lakukan agar Kopi Bengkulu benar-benar mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Langkah pertama yang dilakukan Pemerintah adalah mengenai status lahan kebun rakyat harus secepatnya diselesaikan. Karena masih banyak masyarakat yang berkebun di lahan dengan status hutan lindung.

“Mumpung saat ini ada program reforma agraria, maka pemerintah memanfaatkan momentum tersebut untuk segera menyelesaikan permasalahan status lahan hutan yang saat ini menjadi perkebunan kopi di Bengkulu,” ungkap Rohidin.

Langkah Kedua, Rohidin mengatakan, pemerintah juga wajib untuk melindungi merk kopi Bengkulu dan didaftarkan juga indikasi geografisnya. Ketiga, Bengkulu harus memiliki pabrik Kopi dan dapat mengakses pintu ekspornya. Keempat, promosi produk-produk Kopi Bengkulu, baik biji mentahnya hingga hasil olahan kopi.

“Promosi menjadi suatu hal yang penting agar Kopi Bengkulu dikenal. Maka, saya sangat mendukung acara ini dalam rangka mempromosikan Kopi Bengkulu,” sampai Rohidin pada kata sambutannya dalam acara launching Bencoolen Rider dan Bencoolen Coffee Mobile di Jakarta.

Provinsi Bengkulu memiliki sekitar 72 ribu ton produksi kopi dalam setahun. Hanya saja, tambah Rohidin, saat ini ada sekitar 34 ribu hektar perkebunan kopi masih berada di kawasan dengan status hutan lindung.

“Produksi kopi Bengkulu sangat menjanjikan. Saat ini di Pulau Sumatera pemetaan kopi dikenal dengan istilah segitiga kopi, yaitu Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan. Sedangkan secara nasional, kopi Bengkulu menempati urutan ketiga dalam hasil produksi,” tambah Rohidin.

Dedi Yudianto selaku Wakil Ketua Tim Koordinasi Kopi Bengkulu mengatakan, pelaksanaan launching Bencoolen Rider dan Bencoolen Coffee Mobile sengaja dilaksanakan di Jakarta. Sebagai Ibukota negara, menurut Dedi, jika Kopi Bengkulu telah dikenal di Jakarta, maka promosi secara Nasional dan Internasional akan mudah dilakukan, sehingga Brand Kopi Bengkulu dapat dikenal di semua kalangan.

“Sengaja kegiatan ini dilaksanakan di DKI Jakarta. Agar Kopi Bengkulu mudah dikenal di DKI Jakarta. Kalau di Jakarta Kopi Bengkulu telah dikenal, Insyaallah akan mudah dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia,” harap Dedi.(MC)

Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.