Di Mukomuko, Jurkamnas Eko P. Sandjojo Lakukan Kampanye Terbuka Calon Presides Joko Widodo dan Ma'ruf Amin


Realita Bengkulu - MUKOMUKO. Puluhan ribu orang menghadiri kampanye terbuka calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang dilakukan oleh Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Tim Kemenangan Nasional (TKN) Eko P. Sandjojo di Lapangan Medan Jaya Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu pada Minggu (7/4).

Jurkamnas Eko P. Sandjojo dalam orasinya menyampaikan bahwa dalam pemerintahan presiden jokowi telah terbukti menjadikan Desa menjadi fokus pembangunan. Pasalnya, desa yang selama ini terbelakangi kini menjadi objek sekaligus pelaku pembangunan nomor satu di Indonesia.

"Saya gak nyangka yang datang begitu banyak. Mudah-mudahan kita bisa terus berjuang bersama-sama meneruskan program-program yang baik yang telah dibuktikan. Bukan hanya janji, tapi dibuktikan," kata Eko P. Sandjojo

Sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo yang ke-3 yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan dan sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, sejak tahun 2015 pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mulai menyalurkan Dana Desa.
"Masyarakat perlu mengetahui, bahwa Presiden Joko Widodo adalah presiden pertama yang memberikan Dana Desa dalam jumlah yang besar dan setiap tahun tidak pernah mengalami penurunan. Jokowi terbukti memiliki komitmen yang tinggi dalam menjadikan Desa sebagai fokus pembangunan nasional," katanya.

Komitmen tersebut telah dibuktikan dengan mempercayai masyarakat desa dengan menggelontorkan dana desa yang selama lima tahun jumlahnya mencapai Rp 257 Trililun. Pada 2015, dianggarkan sebesar Rp 20,67 triliun, pada 2016 sebesar Rp 46,98 triliun, pada 2017 dan 2018 sebesar Rp 60 triliun dan Pada 2019 sebesar Rp 70 triliun untuk seluruh desa.

"Ini merupakan dana yang sangat besar yang dialokasikan oleh Pemerintah di bawah Kepemimpinan Jokowi," katanya.

Eko memaparkan, dalam empat tahun sejak Dana Desa disalurkan, hingga kini telah terbangun 191.600 kilometer 58.931 unit sarana irigasi, 1.140.378 meter jembatan, 4.175 unit embung desa, 8.983 pasar desa, serta 37.830 unit kegiatan BUMDesa.
Selain itu, Dana Desa juga digunakan untuk membangun penunjang kualitas hidup masyarakat desa, seperti 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit MCK, 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit Posyandu, dan 29.557.922 unit drainase.
Di bawah kepemimpinan Jokowi, kata Eko, Dana Desa memiliki target dapat mewujudkan Sasaran Pengembangan Wilayah Perdesaan seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yakni mengentaskan 5.000 desa tertinggal dan meningkatkan 2.000 desa mandiri.

“Saat ini kita telah berhasil mengangkat 6.518 desa tertinggal menjadi berkembang dan 2.655 desa berkembang menjadi mandiri. Target RPJMN sudah tercapai bahkan terlampaui,” kata Eko P.Sandjojo yang juga merupakan Calon Legislatif DPR RI Dapil Bengkulu dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan nomor urut 1.

Tidak itu saja, dibawah pemerintahan Joko Widodo, angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan hingga menjadi 9,66 persen. Hal ini bisa terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2018 mencapai 25,67 juta orang.

Dibandingkan Maret 2018, jumlah penduduk miskin menurun 275,2 ribu orang menjadi 25,95 juta orang. Untuk persentasenya, penduduk miskin pada September 2018 tercatat sebesar 9,66 persen, menurun 0,16 persen dari 9,82 persen pada Maret 2018.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa Joko Widodo telah menyatakan bahwa untuk program kedepan sejumlah program akan ditingkatkan. Diantaranya yakni program Dana Desa dari sebesar Rp 257 triliun menjadi Rp 400 triliun.

"Kalau dulu kartu pintar hanya sampai SMA. Kedepan, kartu pintarnya bisa sampai kuliah. Bahkan, sebentar lagi akan diresmikan jalan tol dari aceh hingga lampung. Dengan adanya jalan tol yang kemudian tinggal disambung dengan jalan-jalan kabupaten, provinsi menuju jalan tol supaya harga-harga bisa lebih murah, ongkos angkut murah, supaya harga jual produk pertanian petani bisa terjual dan banyak manfaat lainnya yang akan dirasakan oleh masyarakat di sumatera termasuk Bengkulu," katanya.(adv)

Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.