Pelatihan Pengelola Homestay, Optimalkan Jasa Fasilitas Penginapan Bagi Wisatawan


Realita Bengkulu - BENGKULU. Optimalisasi sarana dan fasilitas penginapan bagi para wisatawan ke Bumi Rafflesia, Pemda Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu melaksanakan Pelatihan Pengelola Homestay, di ruang pertemuan salah satu Hotel di Kota Bengkulu, Kamis (13/06).

Pelatihan yang diikuti 50 peserta yang terdiri dari beberapa pemilik dan pelayan homestay, praktisi pariwisata dan perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dengan mendatangkan narasumber dari Kementerian Pariwisata ini, dibuka secara resmi Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti.

Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti mengatakan, dengan pelatihan yang dilaksanakan ini, para pemilik homestay yang ada saat ini dapat memanfaatkan kesempatan ini mendukung Wonderful Bengkulu 2020. Terlebih diketahui beberapa destinasi wisata yang ada di Bengkulu terutama di wilayah kabupaten masih terbilang minimnya fasilitas penginapan.

“Jadi ini harus diberdayakan karena ini salah satu faktor penunjang promosi wisata dan sekaligus faktor dalam mendorong perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata,” ungkap Sekda Nopian Andusti usai membuka Pelatihan Pengelola Homestay secara resmi.

Sehingga lanjut Nopian Andusti, Wonderful Bengkulu 2020 juga bisa memberikan peluang bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Namun demikian, profesionalitas dalam pelayanan bidang kepariwisataan menjadi hal pokok yang harus diperhatikan.

“Kepada pemilik homestay berilah pelayanan terbaik bagi para wisatawan, janga sampai seperti yang kita lihat pada beberapa fasilitas umum lainnya. Himbauan buang sampah pada tempatnya tapi tidak disediakan kotak sampahnya,” imbuhnya.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan, pelatihan ini difokuskan kepada kabupaten yang minim penginapan bahkan tidak ada sama sekali penginapan tapi memiliki objek wisata menarik.

“Sehingga masyarakat dapat berperan khususnya yang berada di lingkup kawasan wisata yang belum memiliki penginapan. Kita harapkan masyarakat itu bisa mempersiapkan penginapan secara professional, sehingga walaupun bukan kelas penginapan berbintang tapi wisatawan itu merasa nyaman,” terangnya.

Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.