Ogah Berlarut-larut, Gubernur Rohidin Gelar Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu


Realita Bengkulu - BENGKULU. Belum disepakatinya titik temu sengketa lahan SDN 62 Kota Bengkulu antara ahli waris dengan Pemkot Bengkulu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah inisiasi mempertemukan sejumlah pihak untuk lakukan mediasi.

"Kita ingin mendengar secara utuh dari semua pihak, sehingga histori persoalan bisa bersama-sama kita musyawarahkan untuk solusi terbaik," kata Rohidin saat membuka mediasi di ruang rapat kantor gubernur, Rabu 31 Juli 2019.

Dalam pertemuan tersebut, pihak ahli waris menceritakan perjalanan kisah munculnya sengketa yang hingga saat ini belum menemukan titik terang. Intinya, harga lahan yang dikalkulasi appraisal diharapkan oleh ahli waris bisa dibayarkan seluruhnya sehingga lahan berikut sertifikatnya bisa diserahkan.

Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi yang saat itu baru pertama bertemu dengan ahli waris, mengapresiasi langkah gubernur menggelar mediasi. Dirinya menjamin, kegiatan belajar mengajar di SD 62 tetap berjalan normal. Soal pembayaran lahan, pemkot juga telah menganggarkan 1 miliar.

"Tentunya penganggaran itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemkot," terang Dedi.

Meski keputusan belum final, dalam mediasi yang juga dihadiri dewan pendidikan beserta dewan guru saat itu, Gubernur Rohidin menegaskan jika harga yang telah ditentukan appraisal bisa dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

"Kita minta garansi wawali untuk menyampaikan kepada walikota, dan pemprov juga akan mengambil porsi setidaknya 1,4 miliar. Ini juga akan kita temukan dengan DPRD Kota maupun Provinsi," tutur Rohidin sembari mengharapkan seluruh pihak menjaga pola komunikasi sehingga persoalan tidak meruncing.

Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.