Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Demo IAIN Curup


Realita Bengkulu - REJANG LEBONG. Pada peringatan hari anti korupsi sedunia, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu malah didemo oleh Mahasiswa. Secara umum, ratusan mahasiswa yang berdemo meminta kejelasan transparansi kepemimpinan pihak Rektorat IAIN Curup karena diduga indikasi terjadinya praktek korupsi dan pungutan liar di IAIN Curup.

Ada tiga pokok utama tuntutan mahasiswa menggelar aksi pada Selasa, 10 Desember 2019 di depan gedung rektorat IAIN Curup, yakni;
1. Transparansi Anggaran
2. Sarana dan Prasarana
3. Punggutan selain UKT (Uang Kuliah Tunggal)
Salah seorang mahasiswa saat diwawancarai awak media menyampaikan, aksi kali ini merupakan klimaks dari kurangnya transparansi pihak kampus dalam mengelola DIPA dan juga ada beberapa pembangunan sarana dan prasarana yang tak kunjung usai, bahkan saat ini salah satu bangunan sudah masuk ke tahap penyidikan pihak Polda Bengkulu.
"Banyak sekali indikasi korupsi yang terjadi di kampus ini, salah satu yang sangat memberatkan adalah adanya punggutan selain UKT, misalnya biaya pada saat kami akan melaksanakan seminar proposal, kami wajib membayar dana tambahan sebesar Rp 50 ribu, kartu perpustakaan sebesar Rp 200 ribu dan biaya tes Toefl atau Toafl yang biayanya juga ratusan ribu rupiah," jelas mahasiswa aksi yang minta dirahasiakan namanya.

Selain itu, aksi mahasiswa juga mempertanyakan tentang Pembangunan Gedung Akademik Centre yang tak kunjung usai, CCTV Keaman yang belum memadai sehingga sering terjadi tindak kejahatan seperti kehilngan kendaraan dan helm mahasiswa yang sedang kuliah, lebih mementingkan pembangunan gedung daripada pembangunan masjid kampus, padahal IAIN Curup adalah Perguruan Tinggi Islam yang seharusnya masjid menjadi salah satu simbol utama kampus.
"Selain itu, sarana kampus seperti tempat parkir juga masih belum memadai, kotak sampah, kelas perkuliahan yang masih kurang, fasilitas aula beberapa fakultas yang belum ada. Banyak anggaran yang tidak transparan, sehingga sarana dan prasarana kampus masih belum memadai hingga saat ini," pungkasnya.

Jurnalis: Selamet Sugiharto
Editor: Selamet Sugiharto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.