Kronologi Pasien Positif Covid-19 Dibantah, Kadiskes Herwan Antoni: Data Disusun dari Keterangan Pasien


BENGKULU - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pagi tadi menyampaikan status daerahnya masuk ke 'zona merah' penyebaran Covid-19. Ini menyusul setelah hasil laboraturium satu pasien, dinyatakan positif Covid-19. Saat menyampaikan kabar buruk itu, gubernur juga menyampaikan kronologi pasien, yang akhirnya meninggal sesaat sebelum keterangan pers gubernur.

Berbagai tanggapan soal kronologi perjalanan dan tracking interaksi pasien dibantah beberapa pihak. Kendati demikian, Kepala dinas kesehatan Herwan Antoni mengatakan, bahwa paparan kronologi yang disampaikan adalah bersumber dari data pasien saat dimintai keterangan oleh tim medis.

"Sesuai prosedurnya, penanganan ini tim medis juga mendata pasien termasuk tracking interaksi maupun perjalanan pasien selain riwayat kesehatan. Bisa langsung dari pasien maupun pendamping pasien jika ada," kata Herwan Antoni saat dimintai komentar, Rabu (01.04.2020).

Makanya, lanjut Herwan, setiap pasien yang masih bisa memberikan keterangan riwayat perjalanan maupun interaksi, diminta menjawab secara jujur. Karena ini menyangkut risiko banyak orang, bukan hanya tim medis.

"Silahkan dibantah tidak masalah, hingga trackingnya bisa ditelusuri secara benar. Kalau yang disampaikan gubernur, itu bukan mengada-ada apalagi karangan, tapi dari catatan atau data tim medis yang sumbernya dari pasien. Sesuai prosesur gugus tugas covid-19, kewajiban menyampaikan informasi agar tidak simpang siur harus kami lakukan,"ucapnya lagi.

Penularan Covid-19, imbuh Herwan Antoni, bukan persoalan remeh. Maka dibutuhkan keterangan yang valid, sehingga siapa saja yang berinteraksi bisa ditelusuri.

"Mudah mudahan, yang terlanjur berinteraksi, dalam keadaan sehat, tidak tertular. Semuanya negatif corona, itu harapan kita semua," tutur Kadiskes Provinsi Bengkulu itu.

Untuk diketahui, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Senin pagi juga menginstruksikan agar dilakukan sterilisasi lingkungan/tempat pasien positif Covid-19 itu tinggal selama di Bengkulu. Penelurusan interaksi juga minta segera dilakukan agar penanganan pemutusan mata rantai kemungkinan penularan virus, bisa segera diatasi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.