Peduli Pendidikan, Gubernur Serahkan CSR ke SMK Agribisnis Dangau Datuk


BENGKULU - Minggu pagi (19/04) Gubernur Rohidin Mersyah berkunjung ke Yayasan Akademi Peradaban Desa di Jalan Lintas Air Sebakul- Betungan Kel. Pekan Sabtu. 

Di kawasan seluas 7 hektar ini berdiri beberapa bangunan yang disebut "Dangau"  yang menjadi tempat pelatihan dan praktek bagi masyarakat desa dan siswa SMK  Agribisnis Dangau Datuk.

Diantaranya Dangau Industri,  Dangau Boga, Dangau Busana,  Dangau Jamur, Dangau Kriya dan beberapa Dangau lainnya. 

Banyak desa yang telah studi Agribisnis dan industri di lembaga ini. Selain itu Yayasan Akademi Peradaban Desa saat ini juga mendirikan SMK Agribisnis Dangau datuk dan memiliki 32 orang siswa angkatan pertama dari keluarga kurang mampu.  

Para siswa sekolah dengan konsep asrama tanpa dipungut biaya dan  biaya hidup sehari-hari juga ditanggung pihak yayasan. Dalam belajar para siswa diarahkan sesuai minat dan bakatnya masing masing. 

Gubernur Rohidin Mersyah mengapresiasi Yayasan Akademi Peradaban Desa yang secara mandiri telah membantu pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan formal dan nonformal. 

Ia berharap ini menjadi model pemberdayaan yang dilakukan  masyarakat bersinergi dengan pemerintah dalam menciptakan SDM yang terampil dan mandiri.

"Pendidikan seperti ini sangat produktif. Jadi ketika belajar siswa  tidak cuma mendengar dan melihat  tapi juga langsung melakukan dan merasakan. Ketika lulus mereka bisa langsung berbuat, bekerja, dan menghasilkan," tuturnya.

Menurutnya program pendidikan seperti ini akan berjalan maksimal jika didukung sarana dan prasarana yang memadai.  

Mendukung upaya Yayasan Akademi Peradaban Desa menciptakan SDM yang handal,  kreatif dan inovatif, dalam kesempatan ini Gubernur Rohidin menyerahkan Bantuan dari CSR Bank Bengkulu 100 juta rupiah.

Dijelaskan Dewan Pendiri Yayasan Akademi Peradaban Desa Hermen Malik, sistem belajar sekolah ini 70% praktek dan 30% teori. Selain menghasilkan produk para siswa juga dilatih cara pemasarannya.  

Selama satu semester, Angkatan pertama SMK Agribisnis Dangau Datuk telah menghasilkan produk sayuran, buah, jamur dan ikan.  Sementara dari segi industri menghasilkan produk kopi dan penyablonan kaos.  

Selain itu salah satu produk unggulan dari SMK Agribisnis ini adalah eskrim yang bisa diproduksi 600 cup perhari. Produk yang dihasilkan para siswa tersebut  sudah dipasarkan melalui outlet yang dimiliki dan via online. 

"Sekolah ini lebih banyak praktek, jadi tujuannya bukan untuk jadi PNS tapi untuk jadi enterpreneur," tegas mantan Bupati Kaur ini.

Dirinya menyambut positif perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang didirikannya. Bantuan ini disampaikannya akan digunakan untuk membangun ruangan belajar yang saat ini masih terbatas.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.