Berita

Aksi Pesepeda Adang Motor di Jalur Sudirman Viral, Satpol PP Jelaskan Kronologi dan Pendekatan Humanis

Advertisement

Sebuah aksi pesepeda perempuan yang mengadang pengendara motor di jalur sepeda kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, menjadi viral di media sosial. Kejadian ini menarik perhatian anggota Satpol PP yang kemudian menghampiri lokasi.

Kronologi Kejadian

Dalam video yang beredar, terlihat pesepeda perempuan tersebut menghentikan laju motor yang melintas di jalur khusus sepeda. Aksi ini memicu reaksi dari para pengendara motor yang membunyikan klakson secara bergantian karena merasa terhalang.

Tak lama kemudian, dua anggota Satpol PP mendatangi lokasi dan tampak memberikan penjelasan kepada pesepeda perempuan tersebut. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi, menjelaskan bahwa anggotanya yang sedang berpatroli mendengar suara klakson motor yang ramai.

“Jadi kronologisnya begini, anggota lagi patroli di Sudirman-Thamrin. Tiba-tiba terdengar banyak klakson motor. Itu karena motor-motor dihalangi oleh pesepeda,” kata Satriadi saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

Pendekatan Persuasif dan Humanis

Satriadi menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan anggotanya bersifat persuasif dan humanis. Anggota Satpol PP memberikan apresiasi atas kepedulian pesepeda terhadap aturan.

“Anggota memberikan penjelasan, kami sampaikan, ‘Bu, kami apresiasi kepedulian Ibu’. Lalu kami bilang akan menindaklanjuti ke pihak yang berwenang dan ini menjadi bahan evaluasi ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti momen ketika salah satu anggota Satpol PP terlihat menunduk dan mengucapkan terima kasih kepada pesepeda. Menurut Satriadi, hal ini mencerminkan transformasi Satpol PP yang kini lebih mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat.

“Makanya sampai ada anggota yang menunduk di akhir, mengucapkan terima kasih. Itu transformasi Satpol PP yang humanis kepada masyarakat,” ucapnya.

Advertisement

Ranah Penindakan dan Imbauan

Satriadi menjelaskan bahwa secara kewenangan, penindakan pelanggaran di jalur sepeda berada di bawah ranah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Namun, Satpol PP tetap turun tangan karena adanya kebisingan dan potensi gangguan ketertiban.

“Kalau bicara ranah, itu ranahnya Dishub karena jalur sepeda kan bahu jalan. Satpol PP biasanya di trotoar dan sebagainya. Tapi karena ada kebisingan klakson, enggak mungkin dibiarkan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur sepeda dan memanfaatkan jalur di sebelahnya yang dinilai masih lancar.

“Kami juga menghimbau masyarakat, jangan menggunakan jalur sepeda. Toh jalur sebelah bahunya juga lancar,” katanya.

Pada prinsipnya, Satpol PP mendukung warga yang peduli terhadap penegakan aturan di ruang publik.

“Malah kita dukung kok masyarakat yang care, yang peduli terhadap pelanggaran aturan,” lanjutnya.

Advertisement