Jakarta – Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, melontarkan kritik tajam terhadap klub yang pernah dibesutnya. Ia menilai Tottenham, meskipun memiliki fasilitas megah, belum bisa disebut sebagai klub besar karena mentalitas dan strategi transfer yang dinilainya keliru.
Fasilitas Mewah, Skuad Biasa Saja
Dalam sebuah podcast bersama legenda Premier League, Ange Postecoglou mengungkapkan pandangannya mengenai Tottenham Hotspur. Ia memuji pembangunan stadion dan fasilitas latihan yang dinilai berstandar tinggi. Namun, ia menyayangkan kondisi skuad yang dinilainya tidak mengalami peningkatan signifikan.
“Mereka telah membangun stadion yang luar biasa, fasilitas latihan yang luar biasa, tetapi jika Anda melihat pengeluaran mereka, terutama struktur gaji mereka, mereka bukanlah klub besar,” ujar Postecoglou.
Pelatih asal Australia itu menyoroti strategi transfer klub yang dinilainya kurang ambisius. Ia membandingkan dengan klub-klub besar yang berani merekrut pemain berpengalaman untuk bersaing di papan atas.
“Bagaimana Anda bisa naik dari posisi kelima untuk benar-benar bersaing? Nah, kami harus merekrut pemain yang siap bermain di Premier League. Kami akhirnya merekrut Dominic Solanke, yang sangat saya sukai, dan tiga pemain remaja,” jelasnya.
Postecoglou menambahkan, “Saya mengincar Pedro Neto dan Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, dan Marc Guehi. Jika mau naik ke papan atas, itulah yang dilakukan klub-klub dengan membeli pemain berpengalaman. Tapi kami cuma beli tiga pemain remaja, walau mereka punya potensi, tapi mereka belum bisa bersaing sekarang.”
Mentalitas Kemenangan Dipertanyakan
Lebih lanjut, Ange Postecoglou menilai petinggi Tottenham Hotspur tidak memiliki mentalitas kemenangan yang kuat. Slogan klub, ‘To Dare Is To Do’ (Berani Melakukannya), menurutnya hanya sekadar hiasan.
“Di mana-mana ada moto ‘To Dare Is To Do’. Namun tindakan klub hampir merupakan antitesis dari itu,” ketusnya.
Postecoglou yang pernah melatih Tottenham pada periode 2023-2025 dan berhasil membawa klub menjuarai Liga Europa 2024/25 sebelum akhirnya dipecat, merasa bahwa klub belum sepenuhnya menyadari apa yang diperlukan untuk meraih kemenangan.
“Saya pikir mereka tidak menyadari, untuk benar-benar menang Anda harus mengambil beberapa risiko di beberapa titik. Kalau Tottenham menganggap diri mereka klub besar, saya rasa tidak,” tutup pria berusia 60 tahun itu.
Sumber: 90Menit.ID






