Sepakbola

Arsenal Dikritik Terlalu Bergantung pada Bola Mati, Cuma Punya Satu Senjata?

Advertisement

Arsenal tengah menjadi sorotan tajam terkait strategi permainan mereka yang dinilai terlalu bergantung pada situasi bola mati. Kritikan ini muncul setelah kekalahan The Gunners dari Manchester United di Liga Inggris akhir pekan lalu.

Kekalahan di Kandang dan Ketergantungan Bola Mati

Bermain di kandang sendiri, Emirates Stadium, Arsenal harus mengakui keunggulan Manchester United dengan skor akhir 2-3. Menariknya, dua gol yang dicetak Arsenal dalam pertandingan tersebut berasal dari situasi yang tidak biasa. Satu gol tercipta melalui gol bunuh diri pemain Manchester United, Lisandro Martinez, sementara gol lainnya dicetak oleh Mikel Merino yang berawal dari kemelut tendangan sudut.

Catatan dari Mirror menunjukkan bahwa Arsenal telah mencetak 26 gol musim ini yang berasal dari situasi bola mati. Angka ini mulai menjadi perhatian serius bagi tim-tim lawan, yang kini mempelajari cara meredam ancaman utama Arsenal.

Ejekan dan Kekhawatiran Mantan Pemain

Ketergantungan Arsenal pada bola mati bahkan menjadi bahan ejekan. Pemain Manchester United, Amad Diallo, dilaporkan mengejek pendukung Arsenal dengan mengatakan bahwa tim kesayangan mereka hanya mampu mengancam melalui tendangan sudut.

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh mantan striker Liga Inggris, Darren Bent. Melalui program TalkSPORT, Bent menyuarakan kegelisahannya mengenai strategi Arsenal.

Advertisement

“Yang membuat saya khawatir adalah, bagaimana bisa antusiasme murni saya hanya muncul dari sepak pojok, itu saja, melalui skema bola mati? Ini adalah sebuah kekhawatiran,” ujar Bent.

Ia menambahkan, “(Gol pertama adalah gol bunuh diri), dan yang kedua berasal dari skema bola mati yang semrawut.”

Bent mengaku bahwa satu-satunya momen yang membuatnya merasa bersemangat saat menyaksikan Arsenal bertanding adalah ketika tim tersebut mendapatkan kesempatan tendangan sudut. “Saya berpikir, ‘baiklah, ini dia, ada peluang nyata di sini’,” katanya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kedalaman taktik Arsenal dan kemampuan mereka untuk menciptakan peluang dari permainan terbuka, terutama ketika strategi bola mati mereka berhasil diredam oleh lawan.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement