Berita

AS Tangkap Nicolas Maduro, Amerika Latin Terbelah Sikap: Sekutu Puji, Lainnya Kecam

Advertisement

Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer di Caracas untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Tindakan ini merupakan puncak tekanan berbulan-bulan dari pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela dan menuai beragam reaksi dari pemimpin internasional.

Rusia dan China Kecam Keras Tindakan AS

Rusia dan China, sekutu utama Maduro, mengecam keras operasi militer AS. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan tindakan AS tidak dapat dibenarkan dan merupakan agresi bersenjata. “Permusuhan yang berideologi telah mengalahkan pertimbangan pragmatis, serta keinginan untuk membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan prediktabilitas,” ujar pernyataan resmi Rusia, seperti dilansir TASS. Moskow menyerukan AS untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan siap mendukung dialog antara kedua negara.

Senada dengan Rusia, Kementerian Luar Negeri China juga menyerukan AS untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. “China menyerukan AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Maduro dan istrinya, segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya,” tegas Kemenlu China, seperti dikutip CNN. Beijing mendesak AS menghentikan upaya menggulingkan rezim Venezuela dan menyelesaikan masalah melalui dialog.

Amerika Latin Terbelah

Reaksi dari negara-negara di Amerika Latin menunjukkan perpecahan politik yang tajam. Sejumlah negara sekutu AS memuji penangkapan Maduro, sementara yang lain mengutuk operasi tersebut. Kolombia, Brasil, Meksiko, Uruguay, dan Kuba dilaporkan mengutuk serangan AS dan menyerukan PBB untuk mencari solusi damai. Sementara itu, Argentina, Paraguay, dan Ekuador menyambut baik berita penangkapan Maduro. Panama menyatakan dukungan untuk oposisi politik Venezuela, sementara Guatemala menyerukan dialog lebih lanjut.

Advertisement

PBB Prihatin, Tunjuk Presiden Interim Venezuela

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi militer AS di Venezuela dan dampaknya terhadap kawasan. Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengatakan Guterres khawatir dengan preseden berbahaya yang diciptakan oleh perkembangan ini dan menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB.

Menyusul penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Eloina Rodriguez Gomez sebagai Presiden interim. Keputusan ini didasarkan pada konstitusi Venezuela untuk menjamin kesinambungan administrasi dan pertahanan negara dalam menghadapi agresi asing.

Advertisement