Berita

Banjir 60 Cm Lumpuhkan Jalan Gunung Sahari, Lalin Dialihkan ke Sunda Kelapa

Advertisement

Jakarta – Banjir parah masih melanda Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Senin (12/1/2026), dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Genangan tersebut membuat kedua arah ruas jalan tidak dapat dilintasi oleh kendaraan.

Kondisi Lalu Lintas dan Pengalihan Arus

Kepala Bagian Operasionalnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Roby Hefados, menyatakan bahwa banjir di Gunung Sahari meluas dari Traffic Light Gunung Sahari hingga Bintangmas. “Jadi genangannya 60 cm ada di Gunung Sahari, bolak balik dari TL Gunung Sahari ke Bintangmas, itu genangan 60 cm masih belum bisa dilintasi oleh masyarakat,” ujar Roby saat dikonfirmasi.

Akibatnya, arus lalu lintas yang menuju Gunung Sahari terpaksa dialihkan. Pengendara dari arah Jakarta Utara yang hendak menuju Gunung Sahari diarahkan untuk lurus ke arah Sunda Kelapa melalui fly over Jembatan Goyang. “Saat ini jalan mengarah ke Gunung Sahari masih ditutup, dialihkan. Masyarakat yang dari arah jembatan goyang langsung naik fly over ke arah Sunda Kelapa, untuk sementara Gunung Sahari belum bisa dilintasi,” jelas Roby.

Genangan di Titik Lain

Selain di Jalan Gunung Sahari, genangan air juga dilaporkan terjadi di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Di lokasi ini, hanya kendaraan besar yang masih bisa melintas.

Advertisement

“Terus juga masih ada genangan air yang cukup tinggi sekitar 40 senti, itu di jalan RE Martadinata yang seberang Ancol. Ini untuk kendaraan besar masih bisa melintas namun untuk kendaraan kecil telah banyak mengalami mogok akibat kemasukan air,” tutur Roby.

Kawasan Jembatan Tiga, yang merupakan jalan penghubung antara Pluit dan Bandengan, juga dilaporkan masih terendam banjir.

“Sama di Jembatan Tiga, terjadi genangan air. Petugas kita sudah di lapangan membantu masyarakat, ada yang membantu evakuasi, ada yang membantu mengalihkan kendaraan terkait lalu lintas,” pungkasnya.

Advertisement