Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, resmi memperpanjang status darurat penanggulangan sampah selama dua pekan ke depan. Keputusan ini diambil setelah status darurat tahap pertama berakhir pada Senin, 5 Januari 2026, dan dinilai masih memerlukan penanganan ekstra.
Fokus Optimalisasi Pembersihan dan Pengangkutan
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Essa Nugraha, menyatakan bahwa masa perpanjangan status darurat ini akan difokuskan pada optimalisasi pembersihan, pengangkutan sampah, serta penegakan perilaku buang sampah yang benar. “Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah,” kata Essa, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026).
Selama periode darurat ini, tim satuan tugas (satgas) akan memprioritaskan pengangkutan sampah yang masih menumpuk di berbagai wilayah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb Asep Nurdin, menambahkan bahwa perpanjangan ini didasarkan pada hasil evaluasi tahap pertama yang masih menemukan adanya tumpukan sampah.
“Perpanjangan ini untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya,” ujar Asep, berharap penanganan masalah sampah berjalan optimal.
Pengalihan TPA ke Cileungsi Akibat Protes Warga
Menyusul protes warga terkait pengiriman sampah Tangsel ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, Pemkot Tangsel kini mengalihkan pembuangan sampah ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengonfirmasi bahwa sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan. “Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan,” ujar Benyamin di Tangerang, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026).
Penghentian sementara pengiriman sampah ke Serang ini terjadi akibat protes warga setempat. Benyamin Davnie menegaskan komitmen Pemkot Tangsel dalam menangani masalah sampah. “Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara,” katanya.
Momentum Pembenahan Sistem Pengelolaan Sampah
Situasi ini menjadi momentum bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat dan mempercepat terwujudnya kemandirian dalam pengelolaan limbah.
“Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah,” kata Benyamin Davnie.






