Sepakbola

Gary Neville Mendesak MU Hentikan Eksperimen Manajer, Cari yang Sesuai DNA Klub

Advertisement

Manchester United diminta mengakhiri eksperimen dalam pemilihan manajer. Mantan kapten klub, Gary Neville, berharap manajemen segera menemukan sosok yang benar-benar memahami dan sesuai dengan filosofi permainan The Red Devils.

MU Terus Gonta-ganti Pelatih Sejak Era Ferguson

Klub berjuluk Setan Merah ini kembali memulai tahun dengan kabar pemecatan manajer Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026). Ini menjadi kali ketujuh Manchester United mencari nakhoda baru sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada tahun 2013.

Ruben Amorim hanya menjabat selama kurang lebih 14 bulan. Ia ditunjuk pada November 2024. Sejak 2013, Ole Gunnar Solskjaer memegang rekor terlama di kursi manajer, yakni 35 bulan atau hampir tiga tahun.

Untuk sementara waktu, Manchester United akan ditangani oleh mantan gelandangnya, Darren Fletcher, hingga akhir musim. Fletcher sebelumnya sukses menukangi tim U-18.

Neville: MU Butuh Manajer Sesuai DNA Klub

Gary Neville mendesak jajaran direksi Manchester United untuk bersikap selektif dalam memilih manajer baru. Ia menekankan pentingnya sosok yang memahami filosofi klub.

Sejak era keemasan bersama Sir Alex Ferguson, Manchester United dikenal dengan permainan cepat melalui kedua sayap, gaya direct, dan mengandalkan transisi. Fletcher sendiri sudah mengindikasikan akan menerapkan gaya serupa.

Advertisement

“Eksperimen-eksperimen (pemilihan manajer) itu harus dihentikan,” ujar Gary Neville kepada Sky Sports.

Ia melanjutkan, “Saya selalu merasa sangat bangga dengan klub ini – sepakbola yang berani dan menarik, mau menurunkan pemain muda, dan menghibur para penonton. Mereka harus mengambil risiko dan memiliki keberanian untuk memainkan sepakbola menyerang dan agresif.”

Neville menambahkan, “United telah sampai titik mereka membutuhkan seorang manajer yang sesuai dengan DNA klub sepakbola ini. Barcelona tidak akan pernah berubah untuk siapa pun.”

“Saya tidak percaya United harus berubah untuk siapapun. Klub harus menemukan seorang manajer yang berpengalaman dan bersedia memainkan sepakbola cepat, menghibur, menyerang, dan agresif,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemilihan Ruben Amorim sebagai manajer sempat menuai sorotan karena ide permainannya dinilai kurang sesuai dengan komposisi pemain yang ada. Manchester United pun mengalami pasang surut dalam menyesuaikan diri dengan sistem tersebut.

Advertisement