JAKARTA – Indonesia secara resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets sebagai anggota pemerintah ke-11. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mendorong pembiayaan iklim internasional yang berfokus pada solusi berbasis alam.
Pengumuman di London
Keanggotaan Indonesia di koalisi tersebut diumumkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam sebuah diskusi meja bundar di kantor pusat Standard Chartered, London. Acara bertajuk ‘Advancing Indonesia-UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets’ ini diselenggarakan menyusul pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang menandai peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris (UK-Indonesia Strategic Partnership).
The Coalition to Grow Carbon Markets memiliki misi mempercepat penurunan emisi global. Tujuannya adalah memperkuat insentif bagi sektor usaha agar berinvestasi dalam kredit karbon yang memiliki integritas tinggi, termasuk yang mendukung solusi berbasis alam.
Modal Alam Indonesia
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan, “Merupakan suatu kehormatan bagi saya mengumumkan bahwa hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia.” Ia menambahkan, Indonesia memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang signifikan.
“Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang besar, Indonesia memiliki modal alam yang signifikan dan pengalaman nyata dalam solusi berbasis alam, yang dapat memberikan kontribusi penting bagi upaya global dalam mencapai target iklim,” ujar Raja Juli Antoni, Selasa (20/1/2026).
Tingkatkan Permintaan Kredit Karbon
Lebih lanjut, Raja Juli memastikan bahwa Indonesia akan berkolaborasi dengan negara-negara lain untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon. “Sebagai anggota Koalisi, yang mewakili sektor kehutanan, Indonesia akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki visi serupa untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam, guna mendukung pertumbuhan hijau, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” jelasnya.
Kementerian Kehutanan RI kini bergabung dengan sepuluh pemerintah anggota Koalisi lainnya. Negara-negara tersebut adalah Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia, serta para Ketua Bersama Koalisi Kenya, Singapura, dan Inggris. Mereka semua berkomitmen memajukan aksi iklim melalui peningkatan pemanfaatan kredit karbon berintegritas tinggi oleh dunia usaha.
Dukungan Inggris
Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, Rachel Kyte, menyambut baik keanggotaan Indonesia. “Saya menyambut baik bergabungnya Indonesia dalam The Coalition to Grow Carbon Markets-sebuah inisiatif yang dengan bangga dipelopori oleh Kenya, Singapura, dan Inggris. Pasar karbon dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan kemajuan menuju target iklim negara,” ungkapnya.






