Berita

Jenazah Pramugari ATR 42-500 Dimakamkan di Manado Sabtu 26 Januari

Advertisement

Jenazah Florencia Lolita Wibisono alias Olen (33), pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaruang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara. Rencananya, jenazah Olen akan dimakamkan di Manado, pada Sabtu lusa.

Prosesi Penghiburan dan Rencana Pemakaman

Kakak ipar Olen, Felix Agoes, menjelaskan bahwa jenazah baru tiba di Jakarta pada Kamis (22/1/2026) dini hari. “(Di) Jakarta baru sampai jam 2 pagi tadi, dan kami baru saja melakukan ibadah penghiburan bagi keluarga ya,” kata Felix kepada wartawan di rumah duka.

Keluarga telah sepakat untuk memakamkan jenazah Olen di tanah kelahirannya di Tondano, Manado, Sulawesi Utara. Acara pemakaman dijadwalkan pada Sabtu, 24 Januari 2026. “Dimakamkannya di Tondano, di Manado, karena memang Olen besarnya lama di sana. Jadi ada di Tondano,” ujar Felix.

Jenazah Olen direncanakan akan dibawa ke Manado pada Kamis malam. Setibanya di sana, keluarga akan kembali menggelar ibadah dan penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman. “Kami akan bawa nanti malam dengan kargo lagi untuk ke sana, dan kami beberapa keluarga juga mewakili untuk ada di sana besok,” jelas Felix. “Ada ibadah lagi sehingga hari Sabtu baru pemakamannya,” imbuhnya.

Advertisement

Kronologi Kecelakaan dan Penyerahan Jenazah

Sebelumnya, Polda Sulawesi Selatan telah menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga. Penyerahan jenazah dilaksanakan di kantor Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, pada Rabu (21/1/2026). Keluarga didampingi oleh pihak maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dalam proses tersebut.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat tersebut sedang dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar dan hilang kontak saat melintasi Kabupaten Maros.

Puing-puing pesawat akhirnya ditemukan di lereng Gunung Bulusaruang, Kabupaten Pangkep, pada Minggu (18/1/2026). Pesawat tersebut diawaki oleh tujuh orang kru dan membawa tiga penumpang. Hingga berita ini diturunkan, enam korban telah berhasil ditemukan, sementara pencarian terus berlanjut.

Advertisement