JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam Operasi Lilin pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Ia menilai operasi ini berjalan lancar dan sukses berkat dedikasi para personel di lapangan.
Situasi Harkamtibmas Terkendali
“Saya sebagai Kakorlantas menyampaikan apresiasi dan terima kasih, Rekan-rekan. Indikator daripada keberhasilan yang pertama adalah situasi harkamtibmas terkendali, sampai saat ini tidak ada peristiwa yang menonjol,” ujar Irjen Agus saat apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026).
Penurunan Angka Fatalitas Kecelakaan
Lebih lanjut, Irjen Agus menyoroti kontribusi signifikan para petugas dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang berujung pada korban meninggal dunia. Selama periode Nataru 2026, angka fatalitas kecelakaan di jalan raya dilaporkan turun hingga 25 persen.
“Situasi kamseltibcarlantas khusus sesuai dengan decade of action, bagaimana kita bisa menurunkan peristiwa, Anda sudah bisa menjawab. Jadi 25 persen Anda bisa menurunkan peristiwa fatalitas korban meninggal dunia,” jelasnya.
Perpanjangan Operasi Melalui KRYD
Menyikapi dinamika yang masih berlangsung, Polri memutuskan untuk memperpanjang fokus pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Keputusan ini diambil mengingat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) masih memerlukan pengawalan intensif.
“Jadi diperkirakan nanti selesai jam 00.00 WIB, dilanjutkan kegiatan KRYD. Jadi, terima kasih, Rekan-rekan sudah melaksanakan tugas dengan baik. Tetapi KRYD ini juga penting untuk mengelola baik kamseltibcarlantas termasuk juga harkamtibmas,” tuturnya.
Pengawalan Arus Balik dan Titik Rawan
Irjen Agus menekankan pentingnya soliditas jajaran dalam dua hari ke depan untuk mengawal arus balik libur Nataru. Ia menginstruksikan agar setiap posko tetap beroperasi optimal dan memastikan pengamanan di berbagai titik, termasuk tempat wisata dan pelabuhan yang diprediksi ramai oleh warga.
“Semua lini tolong dicek, empat klaster itu harus dicek. Situasi lalin di tol seperti apa, situasi lalin di arteri, jalan nasional, bahkan jalan alternatif tolong dicek,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan di pelabuhan penyeberangan utama. “Pelabuhan penyeberangan baik Bakauheni, Merak, termasuk Gilimanuk, Ketapang, dan yang ada di luar Jawa. Tolong posko cek semuanya, ingatkan semuanya bahwa ini operasi tidak boleh ada yang main-main, harus ada di lapangan, harus tahu betul,” pungkasnya.






