Sepakbola

Kemenangan Dramatis MU atas Arsenal, Michael Carrick Rasakan Deja Vu Skor 3-2

Advertisement

London – Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, merasakan deja vu saat timnya meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates, Minggu (25/1/2026) malam WIB. Kemenangan ini diraih dengan susah payah oleh Setan Merah.

Jalannya Pertandingan yang Sengit

Arsenal sempat unggul lebih dulu pada menit ke-29 melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez. Namun, Manchester United berhasil menyamakan kedudukan delapan menit berselang lewat gol Bryan Mbeumo. Lima menit setelah jeda, MU berbalik unggul berkat gol Patrick Dorgu. Sayangnya, keunggulan itu tidak bertahan lama. Mikel Merino mencetak gol penyeimbang untuk Arsenal pada menit ke-84, membuat kedudukan kembali imbang 2-2.

Drama terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Matheus Cunha menjadi pahlawan bagi Manchester United setelah melepaskan tembakan terarah dari luar kotak penalti pada menit ke-87, memastikan kemenangan 3-2 untuk tim tamu.

Deja Vu Carrick

Kemenangan dengan skor identik 3-2 ini mengingatkan Carrick pada momen serupa saat ia masih menjadi pemain. Pada 2 Desember 2021, Manchester United juga pernah mengalahkan Arsenal dengan skor 3-2 di Old Trafford. Kala itu, dua gol dari Cristiano Ronaldo dan satu gol dari Bruno Fernandes menjadi penentu kemenangan MU.

Advertisement

Start Impresif di Bawah Carrick

Kemenangan atas Arsenal ini melanjutkan tren positif Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick. Pekan sebelumnya, MU juga berhasil mengalahkan rival sekota, Manchester City, dengan skor 2-0. Start impresif ini menunjukkan dampak positif Carrick sejak mengambil alih tim.

Komentar Pemain

Matheus Cunha mengungkapkan bahwa pendekatan Carrick sangat berpengaruh pada perubahan drastis performa tim. Ia memuji pemahaman Carrick tentang sejarah klub dan apa yang diinginkan para penggemar.

“Dia memahami perasaan itu; dia telah bermain di sini selama bertahun-tahun. Dia memahami perasaan terhadap Manchester; dia memahami perasaan terhadap United. Dia tahu apa yang ingin dirasakan oleh para penggemar. Dia mencoba menunjukkannya kepada kami dalam setiap kesempatan; dia mencoba berbicara agar kami mengerti dan berkata, ‘semua orang memusuhi kita’, sehingga saya pikir kami merasa lebih bersatu,” kata Cunha kepada BBC.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement