Berita

Komplotan Bersenjata Rampok Rumah di Pademangan, Penghuni Diancam Pisau

Advertisement

JAKARTA – Sebuah rumah mewah berlantai tiga di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, menjadi sasaran perampokan pada Rabu (21/1/2026) siang. Tiga pelaku yang diduga membawa senjata tajam (sajam) berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga.

Ketua RT setempat, Etty, mengatakan peristiwa ini terjadi saat suasana sedang sepi, ditambah lagi hujan deras mengguyur sejak pagi. “Jadi, di dalam rumah itu cuma ada seorang perempuan dan anak kecil. Mereka berdua sedang di lantai dua dan penghuni lain sedang berada di luar rumah,” ujar Etty, Kamis (22/1/2026), dilansir Antara.

Menurut keterangan warga, para pelaku yang mengenakan pakaian jas hujan berhasil masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat pagar depan dan merusak gembok. Mereka kemudian naik ke lantai atas setelah juga merusak kamera CCTV yang terpasang.

Perempuan yang berada di dalam rumah dilaporkan mengalami trauma berat karena sempat diancam menggunakan pisau oleh salah satu pelaku. “Perempuan itu sempat diancam menggunakan pisau oleh pelaku hingga ketakutan. Untung tidak ada yang terluka,” kata Etty.

Setelah berhasil mengambil barang berharga, para pelaku melarikan diri. Tidak ada warga yang mengetahui kejadian tersebut sehingga tidak ada yang melakukan pengejaran. “Pelaku kabur dan tidak ada warga yang tahu kejadian tersebut,” tambahnya.

Advertisement

Barang-barang yang berhasil digondol pelaku antara lain telepon genggam (HP) dan laptop. “Barang yang lainnya belum tahu. Nanti mau dilihat lewat CCTV dulu,” ujar Etty.

Polisi Selidiki Kasus

Kanit Reskrim Polsek Pademangan, AKP Muhaiyin Ikhsan, membenarkan adanya laporan mengenai kasus perampokan tersebut. Meskipun korban belum membuat laporan resmi, pihak kepolisian tetap akan menindaklanjuti.

“Iya, katanya ada orang yang melakukan pencurian di rumah tersebut,” kata Muhaiyin. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa saksi-saksi untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

“Belum ada yang bikin laporan. Kami akan tindak lanjuti hal ini,” tegasnya.

Advertisement