Jakarta – Arus lalu lintas di sekitar Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, terpantau padat merayap pada Kamis (1/1/2026) sore. Kepadatan ini terjadi seiring dengan bubarnya ribuan pengunjung yang memadati kebun binatang tersebut sepanjang hari libur Tahun Baru.
Penumpukan Kendaraan di Titik Keluar
Pantauan di lapangan menunjukkan penumpukan kendaraan terjadi di sejumlah titik akses keluar-masuk TMR. Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi maupun roda dua memadati area pintu utama, menyebabkan antrean panjang. Sejumlah kendaraan terlihat saling berebut untuk keluar dari kawasan, sementara yang lain mencoba melakukan putar balik untuk mencari rute alternatif.
Kemacetan juga mengular di sepanjang Jalan Harsono RM menuju arah Ragunan, dengan antrean kendaraan yang membentang dari lampu merah Departemen Pertanian. Kendaraan hanya dapat melaju dengan kecepatan rendah, diiringi suara klakson yang bersahutan.
Kepadatan Meluas ke Jalan Sekitar
Situasi serupa juga terjadi dari arah sebaliknya. Arus kendaraan dari arah Jagakarsa terpantau macet hingga kawasan Kantor DPP Partai Gerindra. Jalan Saco, yang merupakan pintu barat Ragunan, juga mengalami kepadatan lalu lintas, terutama di persimpangan yang menjadi jalur alternatif menuju kawasan pemukiman.
Petugas Gabungan Atur Lalu Lintas
Menghadapi lonjakan volume kendaraan, sejumlah personel kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah disiagakan untuk mengatur lalu lintas. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menyatakan bahwa seluruh pintu Ragunan dibuka untuk memperlancar arus keluar pengunjung. “Kalau bubaran, nanti Pintu Timur, Pintu Selatan, Pintu Utama, Pintu Barat buka semua,” ujarnya saat dihubungi.
Rekor Pengunjung di Ragunan
Taman Margasatwa Ragunan mencatat rekor jumlah pengunjung tertinggi sepanjang masa libur periode ini, dengan total 113.000 wisatawan pada hari pertama Tahun Baru 2026. Angka ini melampaui prediksi awal yang berkisar antara 80.000 hingga 100.000 pengunjung.
“Hari ini kita prediksikan tanggal 1 (Januari 2026) itu 80-100 ribu (pengunjung), tapi faktanya 113.000 ya. Artinya lebih dari apa yang kita perkirakan,” ungkap Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang.






