Manchester, Inggris – Manchester City harus menelan kekecewaan setelah ditahan imbang 0-0 oleh Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris di Stadium of Light, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat Arsenal semakin menjauh di puncak klasemen.
Babak Pertama yang Ketat
Tim asuhan Pep Guardiola sejatinya sempat mencetak gol melalui Bernardo Silva di babak pertama. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena dianggap offside. Di paruh pertama ini, Manchester City terlihat kesulitan menghadapi taktik serangan balik cepat yang diterapkan Sunderland. Beberapa kali lini pertahanan City nyaris ditembus, bahkan Brian Brobbey sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Gianluigi Donnarumma, namun sepakannya berhasil digagalkan.
Dominasi Babak Kedua Tanpa Gol
Memasuki babak kedua, Manchester City meningkatkan intensitas serangan. Peluang demi peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat gol tak kunjung tercipta. Savinho memiliki kesempatan emas di depan gawang namun sepakannya melambung, sementara sundulan terbuka Josko Gvardiol masih tepat mengarah ke pelukan kiper lawan. Secara keseluruhan, City mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dan satu membentur tiang gawang, namun tak ada yang berbuah gol.
Jarak dengan Arsenal Melebar
Kegagalan memanfaatkan peluang emas ini harus dibayar mahal. Selisih poin dengan pemuncak klasemen, Arsenal, kini bertambah menjadi empat poin. Manchester City tertahan di posisi kedua dengan 41 poin, sementara Arsenal semakin kokoh di puncak.
Bernardo Silva Akui Kekecewaan
Bernardo Silva mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut. “Dua babak yang berjalan berbeda. Di babak pertama, kami tak bermain cukup bagus. Kami tak mengontrol serangan balik dengan semestinya,” ujar Silva dikutip dari BBC.
Ia menambahkan, “Kami menyerang agak terburu-buru, kami menggulirkan bola untuk menemukan celah. Babak kedua kami punya peluang lebih banyak dan hari ini adalah salah satu hari saat peluang-peluang itu gagal dimaksimalkan. Kami tak senang, sebab kami menginginkan hasil lebih baik dari ini.”






