Pertandingan leg pertama play-off 16 besar Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB diwarnai insiden kontroversial. Pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, dituding melontarkan hinaan rasial terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.
Insiden Selebrasi dan Tuduhan Hinaan
Gol tunggal Vinicius Junior di menit ke-50 menjadi penentu kemenangan Real Madrid dengan skor 1-0. Namun, selebrasi gol tersebut memicu reaksi keras dari pemain dan pendukung Benfica. Tak lama setelah itu, Prestianni disebut-sebut melontarkan hinaan kepada Vinicius.
Kylian Mbappe, rekan setim Vinicius di Real Madrid, menyuarakan kemarahannya atas insiden tersebut. Ia mengaku menyaksikan langsung ucapan yang dilontarkan Prestianni.
“Apa yang saya lihat sangat jelas. Pemain nomor 25 mengatakan kepada Vini lima kali: ‘Kamu monyet.’ Pada akhirnya semua orang punya pendapat, tapi tugas kami memberi informasi. Kami tidak bisa menerima perilaku seperti ini,” ujar Mbappe, seperti dikutip dari The Independent.
Tuntutan Sanksi dan Ajakan untuk UEFA
Mbappe menegaskan bahwa insiden semacam ini tidak dapat ditoleransi, terutama dalam kompetisi sebesar Liga Champions. Ia mendesak UEFA untuk segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada Prestianni, bahkan meminta agar pemain tersebut dicoret dari kompetisi.
“Kita harus memberi contoh bagi anak-anak. Ini adalah kompetisi yang saya impikan sejak kecil dan ditonton bersama orang tua saya. Ada hal-hal yang tidak bisa kita terima karena dunia melihat kita,” jelas Mbappe.
Lebih lanjut, Mbappe menekankan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan banyak pemain dan staf di Portugal. Namun, ia merasa perlu untuk bersuara ketika terjadi tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Saya punya banyak teman dan rekan setim asal Portugal yang selalu memperlakukan saya dengan baik. Tapi ketika seseorang bersikap seperti ini, hal itu harus dikatakan.”
“Kami tidak punya masalah dengan fans, klub, atau pelatihnya. Tapi sesuatu harus dilakukan. Kami tidak bisa menerima pemain seperti itu tampil di Liga Champions. Biarkan UEFA yang memutuskan, ini kasus serius,” tegas pemain asal Prancis itu.
Kasus ini menjadi sorotan serius dalam dunia sepak bola, menyoroti pentingnya penegakan aturan anti-rasisme dalam setiap pertandingan.
Sumber: 90Menit.ID






