Manchester United harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari Piala FA di kandang sendiri. Kekalahan 1-2 dari Brighton and Hove Albion di Old Trafford pada Minggu (12/1) ini semakin menyoroti kerapuhan mental para pemain Setan Merah.
Kekecewaan Darren Fletcher
Manajer interim, Darren Fletcher, mengungkapkan kekecewaannya atas performa timnya. Meskipun telah berusaha memotivasi para pemain untuk bangkit, terutama saat bermain di Old Trafford, Fletcher menilai mental bertanding MU terlalu rapuh.
Brighton berhasil mencetak dua gol melalui Brajan Gruda dan Danny Walbeck, sementara Manchester United hanya mampu membalas satu gol melalui Benjamin Sesko. Hasil ini memastikan langkah Setan Merah terhenti di babak ketiga Piala FA.
Fletcher mengakui bahwa timnya memulai pertandingan dengan baik, namun gol pembuka dari Brighton mengubah jalannya laga. Ia telah berupaya membangkitkan semangat juang timnya, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Respons Pemain dan Harapan ke Depan
“Saya pikir kami menciptakan cukup banyak peluang, lalu tertinggal 2-0 sangat mengecewakan, tetapi para pemain merespons dengan baik. Ketika kami berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1, saya berpikir ‘ayo kita mulai’,” ujar Fletcher dikutip dari situs resmi klub.
Suasana di Old Trafford sempat bergemuruh ketika skor berubah menjadi 2-1. Namun, semangat tersebut tidak cukup untuk mendorong timnya mencetak gol penyama kedudukan.
“Penonton bersemangat, energinya tinggi, tetapi pada akhirnya kami tidak bisa menembus batas dan mencetak gol penyama kedudukan. Tapi saya pikir Anda bisa melihat para pemain rapuh dan mereka perlu membangun diri mereka dengan baik karena sekarang terserah mereka, mereka harus merespons,” jelasnya.
Fletcher menekankan bahwa para pemain kini harus bertanggung jawab atas performa mereka dan membangun kembali mentalitas yang lebih kuat untuk pertandingan selanjutnya.






