London – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati global. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, serta pemberantasan kejahatan terkait satwa. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Lunch Meeting with The Royal Foundation di London.
Kehadiran Menteri Raja Juli Antoni di London merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Menteri Antoni mendampingi Presiden Prabowo dalam acara Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) Breakfast discussion bersama King Charles III yang dijadwalkan pada 21 Januari 2026. Menteri Antoni juga telah berada di London sejak 18 Januari malam untuk menyambut kedatangan Presiden, dan mengikuti rapat koordinasi terbatas bersama Presiden Prabowo serta jajaran menteri lainnya yang turut hadir secara daring pada 19 Januari pagi.
Dalam pertemuan dengan Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Tom Clements, Menteri Raja Juli Antoni memaparkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi di dunia. Ia menekankan komitmen penuh Indonesia terhadap Global Biodiversity Framework.
“Pengakuan hutan adat menjadi pilar utama strategi konservasi nasional. Kebijakan ini memperkuat peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga ekosistem,” ujar Menteri Raja Juli Antoni, Selasa (20/1/2026).
Ia merinci kemajuan yang telah dicapai Indonesia, khususnya terkait penetapan hutan adat. “Sepanjang tahun 2025, kemajuan nyata telah dicapai, dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum. Untuk menjamin kredibilitas dan kualitas, Indonesia telah menerbitkan Pedoman bagi Calon Verifikator Hutan Adat serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai wilayah,” jelasnya.
Selain itu, Indonesia juga memfokuskan upaya pengurangan konflik antara manusia dan satwa liar, terutama konflik manusia-gajah di Sumatra. “Peta jalan mitigasi konflik manusia-gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030,” ungkap Raja Juli Antoni.
Dalam upaya menekan kejahatan satwa liar, Indonesia meningkatkan intensitas patroli di habitat kritis, memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat aslinya. Langkah-langkah ini diambil untuk menekan perburuan dan perdagangan satwa liar lintas negara.
Indonesia juga memperketat penegakan hukum dan menjalin kerja sama dengan platform digital untuk mencegah perdagangan satwa liar secara daring. “Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik,” tegas Menteri Kehutanan.
Sebagai informasi, The Royal Foundation adalah lembaga filantropi Inggris yang didirikan oleh Pangeran William dan Catherine (Kate Middleton). Lembaga ini mendukung berbagai inisiatif global di bidang pelestarian lingkungan, aksi iklim, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan strategis.






