Jakarta – Keputusan Real Madrid meminjamkan penyerang muda berbakatnya, Endrick, ke klub Prancis, Lyon, hingga akhir musim 2025/2026, memunculkan spekulasi mengenai nasibnya di masa depan. Meski Madrid masih memercayai potensinya, sejarah mencatat bahwa tidak semua pemain muda yang ‘disekolahkan’ ke klub lain berhasil kembali menjadi andalan di Santiago Bernabeu.
Endrick, yang baru berusia 19 tahun, musim ini baru mencatatkan tiga penampilan dengan total 99 menit bermain di bawah asuhan Xabi Alonso. Cedera di awal musim dan persaingan ketat di lini depan menjadi faktor utama minimnya jam terbangnya. Keputusan untuk dipinjamkan ke Lyon diharapkan dapat memberinya kesempatan bermain reguler, menjaga performa, dan menjaga kansnya untuk dipanggil ke Timnas Brasil dalam ajang Piala Dunia 2026.
Sejarah Kelam Pemain ‘Sekolahan’ Madrid
Namun, perjalanan kembali ke tim utama Madrid setelah masa peminjaman seringkali tidak mulus. Sejumlah nama besar pernah mengalami hal serupa dengan hasil yang beragam, bahkan cenderung mengecewakan.
Salah satu contoh nyata adalah Luka Jovic. Setelah direkrut dengan mahar 60 juta Euro, performanya di musim debut bersama Madrid jauh dari harapan. Ia kemudian dipinjamkan kembali ke klub lamanya, Eintracht Frankfurt, dengan harapan menemukan kembali ketajamannya. Sayangnya, Jovic hanya mampu mencetak empat gol dari 18 penampilan selama enam bulan peminjaman. Kepulangannya ke Madrid tidak mengubah nasibnya, dan ia akhirnya dilepas gratis ke Fiorentina.
Alvaro Morata juga memiliki kisah yang tak jauh berbeda. Jebolan akademi Madrid ini hijrah ke Juventus pada tahun 2014 karena sulit menembus skuad utama yang dihuni Karim Benzema. Setelah dua musim sukses di Turin, Madrid mengaktifkan klausul pembelian kembali. Ia sempat meraih gelar Liga Champions dan LaLiga pada 2017, namun tak lama kemudian memutuskan pindah ke Chelsea. Sejak saat itu, Morata tidak pernah lagi berseragam Madrid dan bahkan sempat bergabung dengan rival sekota, Atletico Madrid.
Mariano Diaz, lulusan akademi Madrid lainnya, juga mengalami nasib serupa. Setelah dijual ke Lyon pada 2017 dan tampil impresif dengan 21 gol dalam 45 laga, Madrid membawanya kembali setahun kemudian. Namun, dalam lima tahun berikutnya di Madrid, ia hanya mampu mencetak 12 gol dari 70 pertandingan. Diaz justru terlihat nyaman dengan status cadangan dan menolak pindah karena besaran gajinya. Ia akhirnya dilepas pada 2024 dan sempat menganggur sebelum bergabung dengan Alaves.
Kasus-kasus di atas hanyalah sebagian dari sederet pemain muda yang dipinjamkan Madrid dengan harapan kembali menjadi andalan, namun justru kesulitan menemukan kembali performa terbaiknya. Kini, pertanyaan besar tertuju pada Endrick, mampukah ia memutus tren negatif tersebut dan membuktikan diri sebagai bintang masa depan Real Madrid?






