Jakarta – Munculnya dua partai politik baru, Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat, memicu diskusi publik mengenai potensi angin segar yang dibawa ke ekosistem politik nasional. Kehadiran kedua partai ini dinilai sebagai indikator tingginya partisipasi politik masyarakat.
Partai Gema Bangsa, yang diketuai Ahmad Rofiq, dideklarasikan pada Sabtu (17/1/2026) di Jakarta Convention Center. Partai ini mengusung semangat desentralisasi politik dan keterbukaan demokrasi, serta menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.
Sementara itu, Partai Gerakan Rakyat, yang merupakan metamorfosis dari Ormas Gerakan Rakyat, menyatakan dorongan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden mereka di Pemilu 2029. Partai ini memiliki visi Indonesia yang adil dan makmur. “Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Ketum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam siaran YouTube Gerakan Rakyat pada Minggu (18/1/2026).
Perspektif bahwa kemunculan partai-partai baru merupakan peningkatan partisipasi politik masyarakat patut dihargai. Namun, fenomena ini bukan kali pertama terjadi, dengan banyak partai yang mendeklarasikan diri namun tidak sampai ke ajang pemilihan umum. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai munculnya parpol baru ini sebagai dampak dari gugurnya aturan ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Partai-partai baru dianggap sebagai jalan bagi individu untuk bertarung di pilpres tanpa harus bersaing dengan pemimpin partai yang sudah ada.
Pertanyaan mengenai ekses kemunculan partai-partai baru di masa depan, syarat agar visi partai baru dapat diterima publik, serta potensi pemecahan elektoral capres potensial akan diulas dalam Editorial Review detikSore bersama Ahli Hukum Pemilu Fakultas Hukum UI, Titi Anggraini.
Informasi Lain dalam detikSore
Dalam segmen lain, detikSore akan mengulas informasi terbaru mengenai hilangnya pendaki di Gunung Mongkrang, Jawa Tengah. Dilansir dari detikJateng, pendaki bernama Yasid Ahmad Firdaus (26), warga Karanganyar, dinyatakan hilang di kawasan pegunungan tersebut. Tim SAR telah mengerahkan drone dan anjing pelacak, serta 150 personel untuk mencari korban. Yasid mendaki bersama tiga rekannya dan dilaporkan hilang setelah tidak terlihat turun pada Minggu (18/1) sekitar pukul 11.30 WIB.
Selanjutnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti akan menjelaskan progres pembelajaran siswa di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kegiatan belajar mengajar telah berjalan 100 persen meskipun belum optimal, dengan beberapa sekolah masih menerapkan skema darurat seperti menumpang, sistem bergilir, atau belajar di tenda. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa proses pendidikan tetap berjalan untuk memastikan hak belajar siswa terpenuhi.
detikSore disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Acara ini juga akan menyajikan analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG dan membuka kolom live chat untuk interaksi penonton.
“Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!”






