Berita

Pekanbaru Galakkan Pendidikan Lingkungan di Sekolah, Terinspirasi ‘Green Policing’ Polda Riau

Advertisement

Pemerintah Kota Pekanbaru mencanangkan program penguatan pendidikan lingkungan hidup di seluruh sekolah sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi yang peduli terhadap alam. Kebijakan ini terinspirasi dari program Green Policing yang telah diterapkan oleh Polda Riau.

Inspirasi dari Polda Riau

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, sebelumnya telah menempatkan pelestarian lingkungan sebagai fondasi penting dalam menjaga masa depan daerah di tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi alam. Semangat ini kemudian diadopsi oleh Pemkot Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini dan tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan simbolik. “Kami melihat program Green Policing Polda Riau itu sangat menginspirasi. Gerakan menanam pohon yang masif sangat cocok diimplementasikan, dan sudah kami terapkan juga di sekolah-sekolah Pekanbaru,” kata Agung Nugroho pada Senin (22/12/2025).

Menurut Agung, sekolah merupakan ruang paling efektif untuk membangun pola pikir, karakter, dan kebiasaan anak agar tumbuh sebagai generasi yang bertanggung jawab terhadap alam. “Menjaga lingkungan tidak bisa instan. Harus dimulai dari cara berpikir dan kebiasaan anak-anak kita. Sekolah adalah fondasi utama membentuk generasi masa depan yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam,” jelasnya.

Implementasi Bertahap dan Integrasi Kurikulum

Program pendidikan lingkungan ini akan diterapkan secara bertahap mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di seluruh Kota Pekanbaru. Implementasinya mencakup penguatan muatan lokal lingkungan hidup, praktik langsung seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis sekolah, konservasi air, hingga pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.

Advertisement

Agung menekankan bahwa pendidikan lingkungan tidak dimaksudkan untuk menambah beban mata pelajaran baru bagi siswa. Sebaliknya, nilai-nilai ekologis akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Tujuannya agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati terhadap lingkungan. Dari sekolah, kesadaran itu akan tumbuh dan dibawa ke rumah serta masyarakat,” lanjut Agung.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Pemko Pekanbaru akan menggandeng berbagai pihak. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, akademisi, komunitas lingkungan, hingga unsur aparat keamanan. Kerjasama lintas sektor ini dinilai penting agar pendidikan lingkungan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan berdampak langsung pada perilaku sosial dan kualitas lingkungan kota.

Pencanangan pendidikan lingkungan ini juga sejalan dengan meningkatnya perhatian nasional terhadap isu pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan mengambil peran aktif dalam mencetak generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kelestarian lingkungan.

Melalui kebijakan ini, Wali Kota Pekanbaru berharap sekolah-sekolah menjadi pusat lahirnya agen perubahan lingkungan. “Kalau sejak kecil anak-anak sudah terbiasa menjaga alam, maka di masa depan Pekanbaru akan memiliki warga yang sadar lingkungan dan mampu menjaga keberlanjutan kota,” tutur Agung Nugroho.

Advertisement