Sepakbola

Pep Guardiola Akui Manchester City Kesulitan Cetak Gol dari Jarak Dekat Lawan Sunderland

Advertisement

Sunderland – Manchester City harus puas dengan hasil imbang 0-0 saat bertandang ke Stadium of Light menghadapi Sunderland, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Manajer City, Pep Guardiola, mengakui timnya kesulitan mengkonversi peluang menjadi gol, terutama dari jarak dekat.

Frustrasi di Babak Pertama

Di sepanjang babak pertama, Manchester City tampil kurang menggigit. Tim tamu hanya mampu melepaskan dua percobaan tembakan, dengan satu di antaranya mengarah ke gawang. Intensitas pressing Sunderland membuat lini serang City kesulitan mengembangkan permainan.

Perbaikan Performa di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, penampilan City menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 12 percobaan tembakan dilepaskan, tiga di antaranya tepat sasaran. Josko Gvardiol menjadi pemain yang paling banyak menciptakan peluang, dengan empat percobaan, bahkan salah satunya membentur mistar gawang.

Gagal Menempel Arsenal

Hasil imbang ini membuat Manchester City gagal memanfaatkan momentum untuk menempel Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris. Saat ini, City tertinggal empat poin dari The Gunners.

Advertisement

Guardiola Soroti Masuknya Rodri

Pep Guardiola menilai masuknya Rodri memberikan dampak positif bagi timnya. Ia menyebut kehadiran Rodri memberikan ketenangan dan kemampuan tambahan dalam menembus pertahanan lawan.

“Kami terima satu poinnya… Kami tidak bisa mencetak gol di kotak enam yard, berapa kali kami berada di kotak enam yard? Kami tidak bisa mengonversi peluang itu menjadi gol, dan tentu saja ancaman yang mereka punya — mereka sangat bagus. Namun, tadi itu penampilan yang sangat baik, terutama di babak kedua,” ungkap Guardiola.

Guardiola menambahkan bahwa kesulitan mencetak gol dari jarak dekat merupakan sebuah misteri bagi timnya. Meskipun demikian, ia memuji performa timnya, terutama di babak kedua.

“Ini adalah sebuah misteri, saya tidak harus menjawab pertanyaan Anda. Kami toh menciptakan banyak sekali peluang melawan mereka, terutama di babak kedua. Di babak pertama, kami kesulitan karena pressing mereka. Namun, Rodri memberi kami umpan tambahan, ketenangan dalam menembus antar lini dan setelah itu kami bisa lari. Di babak kedua kami jauh, jauh lebih baik,” imbuhnya, dikutip dari NBC Sports.

Sebelumnya, Guardiola juga sempat menjadi sorotan karena meminta maaf setelah dianggap ‘menyerang’ seorang juru kamera. Ia mengaku malu atas tindakannya tersebut.

Advertisement