Bogor – Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi pencurian telepon seluler (ponsel) di sebuah rumah makan di kawasan Tanahsareal, Kota Bogor, menjadi viral di media sosial. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut.
Polisi Turun Tangan Usut Kasus
Kapolsek Tanahsareal Kompol Doddy Rosjadi mengonfirmasi adanya laporan mengenai pencurian ponsel tersebut. “Menindaklanjuti aduan dari masyarakat tentang adanya pencurian handphone di rumah makan Kelurahan Kedung Badak. Pawas, tim QR (quick response) dan Intel Polsek Tanah Sareal mendatangi lokasi dan diketahui benar adanya terjadi pencurian handphone milik A,” ujar Doddy saat dimintai konfirmasi pada Selasa (23/12/2025).
Modus Pelaku Manfaatkan Kelengahan Korban
Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan jaket hitam dan celana jins hitam bersandar pada etalase rumah makan. Sebuah ponsel tergeletak di atas etalase tersebut, tak jauh dari jangkauan tangan pelaku.
Dalam video tersebut, pria itu tampak dengan lihai menarik ponsel dari atas etalase menggunakan jarinya, lalu menyembunyikannya di balik lengan. Setelah berhasil mengambil barang curiannya, pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi.
Doddy menjelaskan bahwa aksi pencurian terjadi ketika korban, yang diidentifikasi sebagai A, sedang sibuk melayani pelanggan yang cukup ramai. Pelaku memanfaatkan momen tersebut untuk melancarkan aksinya.
“Di mana A (korban) sedang melayani pembeli yang cukup ramai dan setelah itu ada OTK memakai jaket hitam, celana jeans 2 kali membeli nasi untuk dibungkus. Setelah selesai melayani pembeli, A baru tersadar bahwa handphone yang tergeletak di meja sudah tidak ada,” terang Doddy.
Korban Diminta Membuat Laporan Resmi
Pihak kepolisian mengimbau korban untuk segera membuat laporan polisi secara resmi di polsek terdekat guna mempermudah proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, identitas pelaku Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut masih dalam proses pencarian.
“Korban A dipersilahkan membuat Laporan Polisi ke polsek. Untuk OTK masih lidik,” pungkasnya.






