Sepakbola

Ruben Amorim Dipecat MU, Keputusan Terburuknya Terkait Kobbie Mainoo Disorot

Advertisement

Kiprah Ruben Amorim sebagai pelatih Manchester United berakhir singkat. Sejumlah keputusan taktisnya menuai kritik, namun satu hal yang paling disorot adalah penepian Kobbie Mainoo.

Amorim Dipecat Usai Hasil Mengecewakan

Ruben Amorim resmi dipecat dari kursi kepelatihan Manchester United pada 5 Januari 2026, menyusul rentetan hasil yang dinilai tidak memuaskan. Saat itu, Setan Merah tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Inggris. Selama menukangi MU, Amorim mencatatkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan.

Pernyataan Amorim yang menyiratkan ketidakpuasan terhadap perannya di klub menjadi salah satu faktor yang memuluskan langkah manajemen untuk mengambil keputusan pemecatan. Secara umum, minim pembelaan muncul terhadap pemecatan Amorim.

Keteguhan Tiga Bek dan Penempatan Pemain Jadi Sorotan

Salah satu aspek yang paling sering diperdebatkan selama masa kepelatihan Amorim adalah keteguhannya dalam menerapkan formasi tiga bek. Selain itu, penempatan Bruno Fernandes di posisi yang lebih dalam serta pemilihan pemain secara umum juga menjadi poin kritik.

Advertisement

Kobbie Mainoo Jadi Korban Terbesar

Kobbie Mainoo, gelandang muda berusia 20 tahun, disebut-sebut sebagai korban terbesar dari kebijakan Amorim. Mainoo sempat terpinggirkan dan nyaris meninggalkan klub demi mendapatkan menit bermain yang cukup. Namun, setelah Amorim hengkang, Mainoo kembali bersinar.

Pelatih caretaker Michael Carrick langsung menjadikannya starter sejak laga pertamanya dan Mainoo tampil impresif hingga tak tergantikan. Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, menyoroti situasi ini.

“Kobbie Mainoo bahkan tidak benar-benar mendapatkan kesempatan di bawah Ruben,” ujar Neville dalam siniar Stick to Football. “Kalau Anda memikirkannya sekarang dan melihat ke penampilan Mainoo di tim yang ini, itu tampaknya menjadi keputusan terburuk Ruben Amorim,” tambahnya.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement