Berita

Tiga Anak Ditinggal Sendirian di Rumah Terkunci, Balita Jatuh dari Lantai Dua di Jaktim

Advertisement

JAKARTA – Seorang anak berusia tiga tahun berinisial AC mengalami luka setelah terjatuh dari balkon lantai dua sebuah rumah kontrakan di kawasan Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (7/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, di mana ketiga anak tersebut ditinggalkan orang tuanya tanpa pengawasan.

Kondisi Memprihatinkan di Rumah Kontrakan

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di rumah tersebut, selain AC yang berusia tiga tahun, terdapat dua kakak-adiknya, PI (8) dan GKI (2). Ketiganya ditemukan terkunci dari luar oleh ibu mereka.

“Berdasarkan keterangan warga sekitar, ibu dari anak-anak tersebut sedang bekerja dan kedua orang tua tidak berada di rumah saat kejadian. Warga juga menyebutkan, sebelum peristiwa itu terjadi, sempat terdengar cekcok antara orang tua korban,” kata Sri, Rabu (8/1/2026), dilansir Antara.

Akses menuju lokasi kejadian terbilang sempit. Polisi dibantu oleh tokoh masyarakat, RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparat kelurahan untuk membuka paksa pintu rumah yang terkunci dari luar.

“Rumah itu dikunci dari luar oleh ibunya. Saat kami ketuk, tidak ada yang bisa membuka sehingga akhirnya dibantu warga untuk dibuka paksa. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sri.

Kronologi Jatuhnya Balita dan Lingkungan Berbahaya

Saat pintu berhasil dibuka, petugas mendapati AC dalam kondisi terluka akibat terjatuh dari lantai dua. Anak tertua, PI (8), seharusnya tidak bersekolah hari itu karena diminta menjaga kedua adiknya, termasuk GKI (2) yang sedang sakit.

Kondisi di dalam rumah dinilai tidak aman bagi anak-anak. Ditemukan colokan listrik, kompor, dan peralatan rumah tangga lain yang berpotensi membahayakan tanpa pengawasan orang dewasa.

Warga sekitar mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, ibu korban sempat terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya yang tinggal serumah. “Sebelum kejadian tersebut ibu korban berantem dengan teman dekatnya yang sudah satu rumah sehingga anak ini melihat, mengetahui, yang akhirnya entah apa yang terjadi anak korban ini mengambil satu buah kursi kecil kayu berwarna biru, naik ke balkon dan lompat dari balkon lantai dua,” ungkap seorang saksi mata yang tidak disebutkan namanya.

Advertisement

Dugaan Penelantaran dan Respons Polisi

Yang lebih memprihatinkan, ketiga anak tersebut diduga kerap ditinggalkan sendirian di rumah dan terkunci dari luar. Para tetangga mengaku sering mendengar anak-anak itu berteriak meminta makan.

“Anak-anak ini sering dikasih makan tetangga lewat balkon dengan cara dilempar, karena mereka terkunci dari luar. Saat kami temukan pun, mereka dalam kondisi lapar,” kata tetangga.

Ketiga anak tersebut kini berada dalam perlindungan Unit PPA dan menjalani asesmen bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPA untuk pemulihan fisik dan psikologis.

Orang tua ketiga anak tersebut telah menyatakan keberatan secara tertulis untuk menempatkan anak-anak mereka di rumah aman pascakejadian. Pihak kepolisian meminta orang tua untuk mengasuh dan menjaga anak-anak dengan lebih baik ke depannya.

Sri mengapresiasi kepedulian warga dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa. “Jika orang tua merasa tidak mampu mengasuh anak, negara hadir. Kami memiliki rumah aman. Silakan diserahkan secara tertulis. Jangan sampai anak-anak ditinggalkan tanpa pengawasan,” tegas Sri.

Masyarakat juga diminta segera melapor melalui layanan darurat 110 bila mengetahui dugaan penelantaran anak. Kasus ini masih dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur untuk pendalaman lebih lanjut terhadap orang tua para korban.

Advertisement