Tiga pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi dengan menembak warga di Palmerah, Jakarta Barat, berhasil diringkus oleh aparat kepolisian. Salah satu dari mereka, yang diidentifikasi sebagai Vebran Vernando (VV), ditangkap di sebuah penginapan di Yogyakarta.
Penangkapan Vebran terekam dalam sebuah video yang diterima pada Jumat, 16 Januari 2026. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa petugas kepolisian berpakaian sipil sedang berada di sebuah homestay. Mereka mengetuk pintu kamar Vebran dengan berpura-pura sebagai petugas pengelola penginapan. Setelah beberapa kali panggilan tak direspons, pintu kamar akhirnya dibuka, dan petugas langsung mengamankan Vebran yang mengenakan kaus putih.
Vebran kemudian dibawa ke Markas Polda Metro Jaya dalam kondisi tertunduk lesu. Peristiwa pencurian motor yang memicu penangkapan ini terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Andong II, Palmerah. Dua pelaku awalnya membobol motor warga yang terparkir di garasi rumah.
Aksi mereka dipergoki oleh pemilik motor dan warga sekitar. Saat warga berupaya menarik motor yang hendak dibawa kabur, salah satu pelaku terjatuh. Situasi menjadi mencekam ketika pelaku lain mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah warga.
“Pada saat ada yang bantu, warga ketembak kakinya sama senjatanya itu, seperti itu,” ujar Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora, mengonfirmasi adanya korban luka tembak di kaki.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim Jatanras Polda Metro Jaya bersama Polres dan Polsek setempat segera melakukan perburuan terhadap para pelaku. Setelah upaya pengejaran yang intensif, polisi berhasil menangkap para pelaku di lokasi yang berbeda.
Vebran Vernando (VV) diamankan di sebuah homestay di Yogyakarta pada Jumat, 9 Januari 2026. Pelaku lainnya, Robi Candra (RC), ditangkap di Cimahi, Jawa Barat, pada Sabtu, 10 Januari 2026, dini hari. Seorang tersangka tambahan berinisial AN atau AA juga turut diamankan, meskipun keterlibatannya dalam kasus ini masih dalam pendalaman lebih lanjut.
Ketiga tersangka, yang kakinya ditembak karena mencoba melawan atau melarikan diri, dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin, 12 Januari 2026. Dua tersangka terlihat berjalan pincang dengan perban di kaki mereka, mengenakan baju tahanan Polda Metro Jaya dengan wajah lesu dan tangan terikat cable ties merah.
Motif Ekonomi Jadi Pendorong
Polisi mengungkap motif di balik aksi nekat VV (33) dan RC (43) yang menggunakan senjata api saat beraksi di Palmerah. Menurut penuturan polisi, desakan ekonomi untuk membayar utang menjadi pendorong utama mereka melakukan kejahatan tersebut.
“Untuk motifnya sendiri, dari hasil pendalaman penyidik, ini motifnya motif ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk membayar utang,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/1).






