Selebriti

Umi Pipik Sambut Ramadan 2026 dengan Kebahagiaan Hati dan Kehadiran Cucu Pertama

Advertisement

Artis sekaligus pendakwah, Umi Pipik, membagikan cerita mengenai kesiapannya menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tahun ini, momen tersebut terasa semakin istimewa dengan kehadiran cucu pertama, buah hati dari Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri.

Kesiapan Hati Menjadi Prioritas

Umi Pipik mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan yang berbeda secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan hati dalam menyambut bulan penuh berkah ini. “Alhamdulillah, persiapannya ya mungkin sama kayak yang lain-lain ya, nyiapin mentallah. Ya kan? Biar gimana nyambut Ramadan tuh kan harus bahagia. Seorang muslim kalau enggak bahagia nyambut Ramadan harus ditanyakan hatinya,” ujar Umi Pipik di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, kebahagiaan adalah kunci utama dalam menyambut Ramadan. Ia menjelaskan bahwa bulan suci ini merupakan kesempatan emas bagi setiap muslim untuk meraih pahala dan ampunan. “Kenapa harus bahagia? Karena ketika Ramadan pintu surga dibuka, ini kesempatan kita semuanya, kita belum dijamin masuk surga, makanya Allah kasih nih Ramadan satu bulan, buat kita ngejar surga. Pintu neraka ditutup, setan-setan yang paling bandel sekalipun dibelenggu semuanya. Jadi kita harus bahagia semuanya. Jadi lebih nyiapin hati,” bebernya.

Penyesuaian Jadwal Demi Keluarga

Meskipun jadwal dakwah tetap berjalan selama Ramadan, Umi Pipik memastikan akan ada penyesuaian waktu agar dapat berkumpul bersama keluarga saat berbuka puasa, terutama dengan adanya cucu di rumah. “Kerjaan tetap ada, tapi mungkin pagi ya. Kalau sore harus balik ke rumah, biasa buka sama anak-anak. Apalagi sekarang ada cucu, jadi harus (pulang),” tuturnya sambil tersenyum.

Advertisement

Kehadiran cucu pertama memberikan nuansa Ramadan yang lebih hangat dan ramai bagi Umi Pipik. “Makin spesial, makin ramai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, momen berbuka puasa bersama anak-anak selalu menjadi prioritas. “Sama anak-anak. Itu dari tahun ke tahun harus buka sama anak-anak. Soalnya kan pasti kepikiran ya, ‘Aduh nanti anak saya makannya apa? Siapa yang masakin? Entar bukanya…’. Aduh udah pokoknya Ramadan sore tuh udah harus di rumah, masak buat anak-anak,” pungkas Umi Pipik.

Advertisement