Bek Liverpool, Virgil van Dijk, melontarkan kritik tajam terhadap para komentator sepak bola yang kerap melontarkan komentar pedas. Ia mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai dampak negatif terhadap mental para pemain muda yang terpapar media sosial.
Dalam perbincangan dengan Gary Neville di Sky Sports, kapten Liverpool itu menekankan pentingnya para pundit atau komentator untuk mempertimbangkan konsekuensi dari ucapan mereka. Van Dijk secara khusus menyoroti kerentanan pemain muda yang saat ini sangat akrab dengan dunia media sosial.
“Bagi saya secara pribadi, saya bisa mengatasinya, tapi saya sedikit khawatir untuk generasi berikutnya. Saya merasa para mantan pemain top memiliki tanggung jawab terhadap generasi baru,” ujar Van Dijk.
Ia menambahkan, “Kritik adalah hal yang normal dan bagian dari permainan, dan saya pikir seharusnya tetap seperti itu. Tapi terkadang kritik juga menjadi clickbait, mengatakan hal-hal cuma untuk memprovokasi, tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan mental pemain, terutama generasi muda yang terus-menerus berada di media sosial.”
Van Dijk, yang kini berusia 34 tahun, mengakui bahwa ia sendiri telah berulang kali menyarankan pemain muda untuk menjauhi media sosial. “Anda bisa saja bisa bilang, ‘Kamu tidak boleh berada di media sosial’. Itu yang sudah saya sampaikan juga berkali-kali. Selalu ada hal ini: ketika bermain bagus, pemain muda akan memeriksa semua pujian positif, tapi ketika bermain buruk dan dirundung di media sosial, atau mendapat kritikan buruk, itu bisa benar-benar mempengaruhinya,” jelasnya.
Pundit ternama seperti Jamie Carragher, Gary Neville, dan Wayne Rooney memang kerap melontarkan kritik keras terhadap tim maupun pemain. Van Dijk bahkan pernah terlibat perseteruan dengan Rooney terkait hal ini.
Van Dijk mendesak para pundit untuk bertanggung jawab atas komentar mereka, terutama bagi pengamat yang berstatus mantan pemain top. “Saya melihat hal itu pada beberapa pemain di masa lalu, juga saat ini, karena memang tidak mudah. Situasinya akan semakin buruk, karena platform media sosial saat ini, dengan judul-judul sensasional dan clickbait, membuat semua orang terus-menerus terpapar di sana,” ungkapnya.
“Saya merasa bahwa terutama para mantan profesional, pemain top, yang telah mengalami segala hal, mereka memiliki tanggung jawab untuk melindungi sisi tersebut juga. Itu mungkin sesuatu yang perlu dipertimbangkan,” tegas pemain asal Belanda itu.
Sumber: 90Menit.ID






