Berita

Andre Rosiade Pastikan Pembangunan Pasar Payakumbuh Segera Dimulai, Sertifikat Lahan Rampung

Advertisement

Payakumbuh, 24 Januari 2026 – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, bersama Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dan Bupati Lima Puluh Kota, Safni, meninjau lokasi Pasar Payakumbuh yang sebelumnya dilalap api. Dalam peninjauan tersebut, Andre Rosiade memberikan kepastian bahwa pembangunan kembali pasar tradisional yang menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat ini akan segera direalisasikan oleh Pemerintah Pusat.

Pembangunan Tertunda karena Masalah Sertifikat

Pasar Payakumbuh mengalami kebakaran hebat pada 26 Agustus 2025, yang menghanguskan 512 toko/kios dan sekitar 250 lapak pedagang kaki lima. Peristiwa ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi setempat tetapi juga diperkirakan menimbulkan kerugian materiel antara Rp 34,35 miliar hingga Rp 64 miliar. Andre Rosiade mengungkapkan bahwa keterlambatan pembangunan pasar selama ini bukan disebabkan oleh kendala anggaran, melainkan karena belum rampungnya sertifikat lahan pasar atas nama Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah, satu minggu yang lalu sertifikat Pasar Payakumbuh sudah selesai dan sudah terbit atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh. Sertifikat ini sudah kami kirimkan ke Kementerian PU. Tanpa sertifikat atas nama pemerintah, pembangunan dari pusat memang tidak mungkin dilakukan,” tegas Andre Rosiade, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/1/2026).

Proses Pembangunan Diperkirakan Dimulai Akhir 2026

Dengan selesainya persoalan sertifikasi lahan, Andre memastikan bahwa proses selanjutnya akan berjalan cepat. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis dijadwalkan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk membahas desain pasar. Penyusunan desain ini diperkirakan memakan waktu empat hingga lima bulan.

“Insyaallah satu sampai dua minggu ke depan, Satker Prasarana Strategis akan bertemu langsung dengan Pak Wali Kota dan jajaran untuk membahas desain Pasar Payakumbuh. Penyusunan desain diperkirakan memakan waktu sekitar empat sampai lima bulan. Setelah desain selesai di tahun 2026, proses lelang akan segera dilakukan,” ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre Rosiade menargetkan pembangunan fisik pasar sudah dapat dimulai pada akhir tahun 2026 atau paling lambat awal tahun 2027, menyesuaikan dengan selesainya desain dan proses administrasi lelang.

Komitmen Penuh Pemerintah Pusat

Mengenai anggaran, Andre menjelaskan bahwa besaran dana pembangunan akan ditentukan berdasarkan desain final. Namun, ia memastikan komitmen penuh Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kembali Pasar Payakumbuh. Bahkan, ia menyebutkan bahwa bukan hanya Pasar Payakumbuh, tetapi dua pasar di Sumatera Barat akan dibangun, yaitu Pasar Payakumbuh dan Pasar Batusangkar di Tanah Datar.

Advertisement

“Soal anggaran akan menyesuaikan desain. Yang jelas, Pemerintah Presiden Prabowo melalui Kementerian PU berkomitmen membangun Pasar Payakumbuh. Bahkan bukan hanya satu, tapi dua pasar di Sumatera Barat, yaitu Pasar Payakumbuh dan Pasar Batusangkar di Tanah Datar,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administrasi yang diminta oleh Pemerintah Pusat kini telah dipenuhi. Ia mengapresiasi peran aktif Andre Rosiade yang intens mengawal dan melobi kementerian terkait.

“Dari Pemerintah Kota, tugas kami adalah memenuhi seluruh syarat yang diminta Pemerintah Pusat. Alhamdulillah sekarang semuanya sudah clear. Melalui Pak Andre, komunikasi dengan Kementerian PU dan Kementerian Perdagangan sudah berjalan. Tinggal menunggu realisasi pembangunan,” kata Zulmaeta.

Pasar Baru Akan Tampung 485 Kios

Pasar yang akan dibangun kembali direncanakan menampung sekitar 485 kios, menyesuaikan dengan jumlah unit yang terdampak kebakaran. Andre Rosiade kembali menekankan bahwa selesainya sertifikat menjadi titik balik penting bagi kebangkitan ekonomi Payakumbuh.

“Pasar ini lumpuh total sejak kebakaran. Banyak pedagang yang menunggu kepastian. Sekarang sertifikat sudah ada, dasar hukumnya jelas, anggaran bisa diajukan. Kita tancap gas. Ini komitmen negara untuk rakyat,” ujar Andre.

Ia pun meminta dukungan dan doa masyarakat agar seluruh proses berjalan lancar hingga pasar kembali berdiri dan menjadi pusat ekonomi yang lebih baik, tertata, dan aman bagi pedagang serta pengunjung.

Advertisement