Permukiman warga di kawasan RW 7, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, masih terendam banjir hingga Jumat (30/1/2026) sore. Ketinggian air dilaporkan mencapai 60 hingga 100 sentimeter, bahkan lebih tinggi di bagian dalam permukiman. Air berwarna keruh kecoklatan itu menggenangi rumah warga yang berjarak sekitar satu meter dari bantaran Kali Ciliwung. Permukaan air kali bahkan tampak lebih tinggi dari jalan gang permukiman.
Pantauan di lokasi pada Kamis (29/1/2026) pukul 17.50 WIB menunjukkan genangan air yang belum surut sejak dua hari lalu. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga yang terdampak.
Seorang warga bernama Suti (60) mengaku memilih untuk tetap bertahan di rumahnya yang terendam banjir. Ia terlihat bersantai bersama suaminya sambil menonton televisi. Kursi yang mereka duduki hampir terendam air.
“Sekarang mah kita nonton aja, daripada bete. Tadi di atas tv, dibawa ke bawah, nggak betah saya di atas,” kata Suti saat ditemui di rumahnya.
Suti mengungkapkan kekagetannya karena banjir masih menggenangi rumahnya, padahal siang tadi air sempat hampir surut. “Jam 4 pagi kenceng itu, pas Ashar itu naik lagi. Padahal siang itu udah surut, semata kaki. Kemarin itu Jumat (23/1) segini (1 meter lebih), kalau tadi segini (menunjuk pinggan). Ujannya udah semaleman kemarin, ini mau kedua hari belum surut,” jelasnya.
Dalam sebulan terakhir, Suti mengaku telah mengalami tiga kali banjir. Ia merasa lelah karena harus berulang kali mengevakuasi barang-barangnya ke lantai dua rumahnya. “Banjir sebulan ini udah 3 kali, Minggu lalu itu parah. Ya Alhamdulillah masih belum sampai atas. TV juga kemarin dibawa ke atas,” tuturnya.






